Dilarang Main Facebook, Gadis India Gantung Diri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim keamanan pengguna Facebook meluncurkan fitur konseling bagi para pengguna yang memiliki kecenderungan mengekspresikan keinginan bunuh diri. AP Photo/Paul Sakuma

    Tim keamanan pengguna Facebook meluncurkan fitur konseling bagi para pengguna yang memiliki kecenderungan mengekspresikan keinginan bunuh diri. AP Photo/Paul Sakuma

    TEMPO.CO, New Delhi – Masih jelas ingatan kita tentang bocah 5 tahun di Penjaringan, Jakarta Utara, yang bunuh diri lantaran dilarang nonton Spiderman oleh ibunya. Kini kasus serupa kembali terjadi. Seorang remaja India nekat bunuh diri akibat dilarang bermain Facebook oleh ibunya sendiri. (Baca: Anak Bunuh Diri di Penjaringan Suka Tiru Spiderman)

    Dilaporkan Daily Mail, Sabtu, 10 Mei 2014, Aditi Gupta, gadis remaja berusia 13 tahun, gantung diri karena sang ibu mendesak dirinya untuk menghapus akun Facebook miliknya.  

    Aditi kesal lantaran ibunya, Mohana Gupta, memarahi dirinya karena terlalu sering menghabiskan waktu mengobrol dengan teman-temannya di Facebook. Hingga akhirnya, sebelum berangkat kerja, Mohana berpesan, “Ibu mau akun itu sudah dihapus saat aku pulang nanti.”

    Namun, ketika kembali ke rumah empat jam kemudian untuk makan siang, Mohana menemukan putrinya sudah dalam keadaan tak bernyawa. Memang, saat itu Aditi di rumah sendirian. Ayahnya sudah berangkat kerja lebih dulu dan kakaknya berada di rumah nenek mereka untuk liburan.

    Kepada polisi, Mohana mengatakan dirinya tak percaya sang putri mengakhiri hidup untuk "sesuatu yang begitu sepele". Kasus ini akhirnya memicu perdebatan di India tentang keberadaan Facebook, tanggung jawab orang tua, dan kehilangan anak akibat kontak dengan dunia maya.

    ANINGTIAS JATMIKA | DAILY MAIL

    Terpopuler

    Massa Anti-Yingluck Ultimatum TV Hentikan Siaran
    Di India, Kencing Sembarangan Dihukum Guyuran Air 
    Di Inggris, Remaja Diizinkan Gugurkan Kandungan  



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.