Tornado Kembali Hantam Colorado  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tyann Scales (14) berjalan melewati sekitaran rumahnya untuk melihat dampak kerusakan akibat badai tornado di University City, Mo, Amerika (3/4). (AP/Christian Gooden)

    Tyann Scales (14) berjalan melewati sekitaran rumahnya untuk melihat dampak kerusakan akibat badai tornado di University City, Mo, Amerika (3/4). (AP/Christian Gooden)

    TEMPO.CO, Colorado – Badai kuat kembali menerjang wilayah Amerika Serikat. Badai kuat ini memicu tornado di Minessota dan Colorado pada Kamis, 8 Mei 2014. Tiga tornado dilaporkan menghantam Minnesota. Seorang pemburu badai mengatakan tornado tersebut memiliki lebar beberapa ratus meter.

    Seperti dikutip CNN, dua tornado menerjang Colorado. Hingga kini belum ada laporan mengenai korban dan tidak ada kerusakan yang berarti. Masih ada kemungkinan tornado akan kembali menghantam Minnesota dan Iowa pada Kamis malam waktu setempat.

    Sebuah peringatan tornado juga digaungkan di Texas. Menurut Badan Layanan Cuaca Nasional, badai yang kuat meniupkan angin hingga kecepatan 112 kilometer per jam. Mahasiswa di Southern Methodist University segera diminta berlindung ke tempat yang aman.

    Badai ini kemudian dengan cepat mengakibatkan banjir. Dilaporkan lima anak laki-laki berhasil diselamatkan dari sungai setelah air bergerak begitu cepat. (Baca: Tornado di Selatan AS Tewaskan Belasan Orang)

    Layanan Cuaca menyatakan badai kuat mungkin akan bergerak lagi pada Jumat ini di wilayah Arkansas hingga Indiana. Curah hujan juga akan meninggi di wilayah Midwest, Selatan, dan Timur Laut. Hal ini diperkirakan akan mempengaruhi 14 juta penduduk AS. (Baca: Tornado Hantui 70 Juta Warga Amerika)

    ANINGTIAS JATMIKA | CNN

    Terpopuler

    Hamas Eksekusi Mati Dua Kolaborator Israel
    Boko Haram Membunuh 300 Warga Nigeria 
    Putin Setuju Referendum di Ukraina Ditunda



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.