Pro-Rusia Rebut Kembali Balai Kota Mariupol  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah orang yang berada di dalam Gedung Serikat Perdagangan menyelamatkan diri melalui jendela, setelah gedung tersebut terbakar saat terjadi bentrok antara massa pro-Rusia dan pro-Ukraina.  REUTERS/Yevgeny Volokin

    Sejumlah orang yang berada di dalam Gedung Serikat Perdagangan menyelamatkan diri melalui jendela, setelah gedung tersebut terbakar saat terjadi bentrok antara massa pro-Rusia dan pro-Ukraina. REUTERS/Yevgeny Volokin

    TEMPO.COMariupol – Separatis pro-Rusia kembali menguasai Balai Kota Mariupol, sebuah kota pelabuhan di selatan Ukraina. Sebelumnya, gedung ini telah berhasil direbut oleh pasukan keamanan setelah dikuasai pemberontak. Namun, pemberontak mengambil alih kembali bangunan ini.

    Menurut laporan BBC, pada Rabu, 7 Mei 2014, Menteri Dalam Negeri Ukraina Arsen Avakov mengatakan pasukan pemerintah telah mengambil alih Balai Kota Mariupol menyusul operasi gabungan oleh pasukan kementerian dan tentara.

    Pasukan keamanan pun berhasil mengendalikan situasi dan menahan beberapa orang, termasuk menteri pertahanan kelompok separatis Republik Rakyat Donetsk, Igor Kakidzyanov. (Baca: Ukraina Rebut Kembali Bandara dari Separatis Rusia)

    Tak lama setelah bendera Rusia dan Republik Rakyat Donetsk dikibarkan di atas balai kota, adegan ketegangan pindah ke kantor polisi tempat tahanan ditahan. Polisi bersenjata melepaskan tembakan peringatan ke udara setelah sekelompok massa bereaksi marah atas penangkapan ini.

    Pemberontakan di sejumlah wilayah Ukraina memang semakin memanas setelah Crimea berhasil dicaplok Rusia pada Maret lalu. Dalam beberapa pekan terakhir, Ukraina mulai mengirim pasukan untuk merebut kembali gedung-gedung pemerintahan yang diduduki pemberontak. (Baca: Wilayah Timur Ukraina Semakin Mencekam)

    ANINGTIAS JATMIKA | BBC

    Terpopuler

    Hukum Syariah Aceh Disorot Media Internasional
    Perdana Menteri Thailand Yingluck Dilengserkan
    Kata Monica Lewinsky tentang Hillary Clinton


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.