Monica Lewinsky Buka Mulut Soal 'Affair' Clinton  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Monica Lewinsky. Rt.com

    Monica Lewinsky. Rt.com

    TEMPO.CO, Washington - Monica Lewinsky akhirnya memecahkan satu dekade keheningannya mengenai perselingkuhannya dengan mantan Presiden Amerika Serikat, Bill Clinton. Ia menulis sebuah artikel tentang percintaannya dengan pria yang ditulisnya sebagai Presiden Clinton itu.

    "Sudah waktunya untuk membakar baret dan mengubur gaun biru itu," tulis Lewinsky, sekarang 40 tahun, dalam edisi terbaru Vanity Fair. Ia menyatakan inilah waktunya ia berhenti untuk "bersembunyi" dari masa lalu dan mengambil jarak dari orang lain.

    "Saya bertekad untuk membuat akhir yang berbeda untuk cerita saya dengan memutuskan, pada akhirnya, untuk tetap menegakkan kepala saya di atas tembok pembatas sehingga saya bisa meneruskan narasi dan memberi arti atas masa lalu saya," katanya.

    Lewinsky mengatakan perselingkuhan yang terjadi ketika dia masih magang di Gedung Putih dan menyebabkan pemakzulan Clinton pada 1998 adalah antara dua orang dewasa. Namun, dia mengaku menyesal atas apa yang terjadi di antara mereka.

    "Tentu, bos saya mengambil keuntungan dari saya," tulisnya. "Tapi saya akan selalu tetap teguh pada titik ini: itu adalah hubungan konsensual. Penyalahgunaan datang setelah itu, ketika saya dijadikan kambing hitam untuk melindungi posisinya yang kuat ... Media memberi saya label dan label itu melekat kuat. Sebagian karena itu dijiwai dengan kekuasaan."

    "Saya sendiri, sangat menyesal apa yang terjadi antara saya dan Presiden Clinton," ujarnya. "Saya ulangi sekali lagi: Saya, saya sangat menyesal atas apa yang telah terjadi."

    Lewinsky menulis bahwa ia terinspirasi untuk go public oleh Tyler Clementi, mahasiswa Rutgers 18 tahun yang bunuh diri pada 2010 setelah ditindas karena dia seorang gay. Ia mengaku sempat ingin bunuh diri akibat skandal itu.

    Ibu Lewinsky adalah salah satu yang sangat marah atas kematian Clementi. "Dia mengenang tahun 1998, ketika ia tidak akan membiarkan saya lepas dari pandangannya," tulis Lewinsky. "Selama berminggu-minggu dia selalu berada di sisi tempat tidur saya, malam demi malam, karena saya sempat berniat bunuh diri, tulisnya. "Rasa malu, cemoohan, dan rasa takut yang telah dilemparkan pada putrinya membuat dia takut bahwa saya akan mengakhiri hidup saya, juga ketakutan bahwa saya akan benar-benar dipermalukan sampai mati," katanya.

    Lewinsky dalam tulisan itu juga menyebut alasan mengapa akhirnya ia membuka diri dengan menuliskan kisahnya. "Mungkin dengan berbagi cerita, saya membantu orang lain di saat-saat tergelap hidup mereka karena penghinaan. Juga menjawab pertanyaan tentang bagaimana cara menemukan dan memberikan tujuan untuk masa lalu kita," katanya. Lewinsky mendorong nama korban penghinaan secara online dan pelecehan untuk mulai berbicara tentang topik ini di forum publik.

    PEOPLE | INDAH P


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.