Kasus MH370, Eropa Usulkan Aturan Kotak Hitam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gadis remaja berdoa di samping patung pasir yang diciptakan seniman pasir India Sudarshan Patnaik untuk  para penumpang dan awak kapal yang hilang dalam penerbangan MH370 Malaysia Airlines, di pantai Puri, Odisha, India (25/3). REUTERS/Stringer

    Gadis remaja berdoa di samping patung pasir yang diciptakan seniman pasir India Sudarshan Patnaik untuk para penumpang dan awak kapal yang hilang dalam penerbangan MH370 Malaysia Airlines, di pantai Puri, Odisha, India (25/3). REUTERS/Stringer

    TEMPO.CO, Jakarta - Kasus jatuhnya pesawat MH370 berdampak pada dunia penerbangan secara internasional. Badan Keselamatan Penerbangan Eropa (EASA) pun akhirnya mengusulkan aturan ketat untuk kotak hitam dalam pesawat yang melakukan penerbangan sebagai langkah antisipasi dan reaksi dari tragedi pesawat milik Malaysia Airlines itu.

    EASA mengusulkan untuk meningkatkan waktu perekaman kotak hitam di kokpit menjadi 20 jam. Hal ini diharapkan dapat mempermudah dan memahami segala kemungkinan yang menyebabkan pesawat jatuh ketika pesawat mengalami kecelakaan.

    "Perubahan yang diusulkan diharapkan dapat meningkatkan keamanan dengan memfasilitasi pemulihan informasi oleh otoritas investigasi keselamatan," kata Direktur Eksekutif EASA Patrick Ky dalam sebuah pernyataan, seperti dilaporkan Reuters, Selasa, 6 Mei 2014.

    Selain durasi rekaman, EASA juga akan mengajukan peningkatan daya baterai kotak hitam dari 30 hari menjadi 90 hari. Aturan yang masih dalam bentuk proposal ini juga menuliskan untuk memperbesar frekuensi sinyal ping agar lebih mudah dalam pelacakan bawah air.

    Pencarian MH370 selama dua bulan dilakukan berdasarkan sinyal ping yang terlacak lemah dari kotak hitam yang tenggelam di dasar laur Samudera Indonesia, 1.600 kilometer dari barat Perth, Australia. 

    Namun, temuan sinyal ping ini sepertinya terlambat karena sangat mepet dengan daya tahan kotak hitam yang hanya mampu bertahan 30 hari. Hasilnya, pencarian bahwa laut pun seperti sia-sia karena penyelidik tak menemukan jejak apa pun hingga kedalaman 4.500 meter di area seluas 144 km persegi.

    EASA mengatakan proposal ini sudah disampaikan pada eksekutif Uni Eropa dan rencananya akan dijadikan sebagai dasar perubahan dalam hukum penerbangan. EASA berharap peraturan ini segera disahkan sebelum batas waktu 2018. 

    RINDU P HESTYA | REUTERS

    Berita Lain:
    Wanita Cilacap Terjebak 30 Hari di Bandara Makau
    Abbot Tak Datang ke Bali, Marty Akui Ada Masalah
    Bibi Obama Dikuburkan di Pemakaman Muslim


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?