Rodman: Paman dan Kekasih Kim Jong-un Masih Hidup

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kim Jong Un. (AP Photo/David Guttenfelder, File)

    Kim Jong Un. (AP Photo/David Guttenfelder, File)

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan bintang bola basket Amerika Serikat, Dennis Rodman, memberikan pernyataan mengejutkan lewat wawancara dengan majalah DuJour baru-baru ini. Pria bertato yang mengenakan anting pada telinga, kedua hidung, dan bibirnya itu membantah pemberitaan media massa yang menyebutkan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, telah membunuh paman dan kekasihnya dengan kejam.

    "Terakhir kali saya ke sana, saat mereka mengatakan dia membunuh kekasihnya, membunuh pamannya lalu memberikannya sebagai makanan untuk anjing... mereka (paman Kim Jong-un dan pacarnya) berdiri tepat di belakang saya," kata Rodman seperti dikutip The Telegraph, Selasa, 6 Mei 2014. (Baca:Dennis Rodman ‘Teman Seumur Hidup’ Jong-un )

    Saat jurnalis memintanya memberikan kepastian, Rodman kembali menegaskan, "Mereka berdiri di sana."

    Lelaki eksentrik ini yakin paman Kim, Jang Song-theak, masih hidup. Begitu juga kekasihnya. Padahal media resmi Korea Utara, KCNA, memberitakan Jang Song-theak dieksekusi pada 12 Desember 2013 karena tindakannya menentang pemerintahan Kim Jong-un. (Baca:Kim Jong-un Ubah Citra Usai Eksekusi Pamannya)

    Pertemanan Rodman dengan Kim Jong-un dianggap aneh. Banyak pihak menyesalkan sikap Dennis menepis banyaknya bukti pelanggaran hak asasi manusia di negara itu.

    Rodman sepertinya tak mempedulikan kritikan itu. Malah, ia menjelaskan, Kim Jong-un ingin sekali berdiskusi dengan Presiden Barack Obama. Kim, kata dia, mengakui memiliki senjata nuklir untuk membela negaranya yang kecil. "Dia sungguh ingin berbicara dengan Obama," ujarnya.



    THE TELEGRAPH


    Terpopuler:
    Bentrok di Sloviansk, Empat Tentara Ukraina Tewas 

    Kejahatan di Brasil Naik, 2.000 Polisi Diterjunkan 

    Serangan Pisau di Stasiun Kereta Cina, 6 Tewas  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.