Sekjen PBB Tawarkan Bantuan Mediasi Krisis Ukraina  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana di tempat terjadi bentrokan antara massa pro_Rusia dan pro-Ukraina di depan Gedung Serikag Perdagangan yang terbakar di Odessa (2/5). REUTERS/Yevgeny Volokin

    Suasana di tempat terjadi bentrokan antara massa pro_Rusia dan pro-Ukraina di depan Gedung Serikag Perdagangan yang terbakar di Odessa (2/5). REUTERS/Yevgeny Volokin

    TEMPO.CO, Kiev - Krisis yang sedang terjadi di Ukraina membuat Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menawarkan bantuan mediasi kepada negara itu. Ban menilai aksi demo yang bisa memicu perang saudara itu harus segera diselesaikan.

    "Saya sudah membicarakan hal ini dengan semua pihak terkait, termasuk Ukraina, pemimpin federasi Rusia, Uni Eropa, dan Amerika. Saya mendesak keempat pihak untuk memecahkan masalah ini melalui cara damai. Saya siap menyumbangkan peran saya jika diperlukan," kata Ban, seperti dilaporkan Z News, Selasa, 6 Mei 2014.

    Ban juga mengatakan bahwa ia prihatin dengan aksi kekerasan di Ukraina. Ia juga mengimbau semua pihak untuk melaksanakan kesepakatan Jenewa yang sudah terbentuk pada 17 April lalu.

    "Saya sangat mendesak semua pihak yang terlibat untuk bertemu dan melihat apa yang salah. Mereka juga harus menelaah lagi kenapa kesepakatan ini tidak bisa dijalankan," kata Ban.

    Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier megatakan bahwa negaranya telah berbicara dengan Rusia, Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Organisasi Keamanan dan Kerja Sama Eropa (OSCE). Pertemuan ini rencananya akan membahas kesepakatan kedua di Jenewa demi menyelesaikan krisis di Ukraina.

    Kesepakatan Jenewa yang pertama sudah terbentuk 17 April. Namun, kesepakatan sepertinya gagal setelah Rusia menyatakan kesepakatan tersebut telah mati karena Kiev meningkatkan operasi militer melawan kelompok separatis. Pihak Rusia menilai tindakan tersebut sama dengan "perang melawan rakyat sendiri".

    RINDU P HESTYA | Z NEWS | ANT

    Berita Lain:
    Brunei Terapkan Syariat, Selebritas Dunia Protes
    Kenapa Jumlah Anak-anak di Jepang Menurun?
    Wartawan Tempo Terima Beasiswa Nieman Foundation 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.