Pekan Film Eropa Putar Dokumentasi Aksi Euromaidan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tetiana Motsyk, Sekretaris Tiga bidang Informasi, Komunikasi dan Kebudayaan Kedutaan Besar Ukraina saat pemutaran film dokumenter

    Tetiana Motsyk, Sekretaris Tiga bidang Informasi, Komunikasi dan Kebudayaan Kedutaan Besar Ukraina saat pemutaran film dokumenter "Heaven's Hundred" di Universitas Tarumanegara, Jakarta (5/5). TEMPO/Natalia Santi

    TEMPO.CO, Jakarta – Film documenter yang menceritakan aksi demonstrasi di Lapangan Maidan, Kiev, Ukraina "Heaven's Hundred" diputar di sepekan film Eropa, Europe on Screen, Senin, 5 Mei 2014.

    Film berdurasi sekitar satu  jam  tersebut itu menceritakan masa-masa awal aksi yang berlangsung damai, hingga berubah menjadi bentrokan  yang penuh dengan darah dan air mata.

    “Ini film baru, sekitar tiga-empat minggu lalu beredar,” kata Tetiana Motsyk, Sekretaris Tiga Bagian Informasi, Komunikasi dan Kebudayaan Kedutaan Besar Ukraina, dalam pemutaran film di Universitas Tarumanegara, Jakarta.

    Sejumlah mahasiswa dan masyarakat tampak ikut menonton film yang diputar di ruang tambahan Tarumanegara Knowledge Center (TKC) lantai 8 tersebut.

    Dalam sambutannya, Tetiana menuturkan tidak ada yang mengira aksi demonstrasi yang menentang keputusan Presiden Viktor Yanukovich untuk tidak menandatangani kesepakatan dengan Uni Eropa berubah menjadi seperti saat ini.

    “Awalnya aksi protes berlangsung damai, banyak disertai dengan happening art, karena Lapangan Maidan memang menjadi pusat kebudayaan Kota Kiev,” kata Tetiana.

    Bahkan helm-helm juga dilukis warna warni dengan bunga-bunga. Para demonstran menggunakan helm-helm biasa yang untuk melindungi kepala yang biasa dipakai tukang. Mereka mengira pemerintah hanya akan mementung, dan tidak akan menggunakan peluru aktif untuk membubarkan mereka.

    Tak dinyana aksi berubah menjadi bentrokan bersimbah darah, 18 Februari lalu. Lebih dari 100 orang tewas tertembak penembak jitu yang tersembunyi di balik-balik gedung. 

    “Tindakan keras terhadap demonstran tersebut dilakukan atas perintah mantan Presiden Yanukovich, Panglima Angkatan Bersenjata dan Menteri Dalam Negeri. Ketiganya kini tidak lagi berada di Ukraina,” kata Tetiana.

    Pekan Film Eropa diselenggarakan di Jakarta mulai tanggal 2-11 Mei 2014. Berbagai film dari ke-26 negara anggota Uni Eropa ditayangkan di beberapa tempat, antara lain Taman Kodok, Menteng dan Erasmus Huis. Meskipun Ukraina bukan anggota Uni Eropa, penayangan film dokumenter tersebut menunjukkan dukungan blok Eropa itu terhadap perjuangan negerinya, pungkas Tetiana.

    NATALIA SANTI

    Terpopuler
    Heboh Briptu Eka Menikah, Atasan Heran

    Briptu Eka Menikah, Netizen: #Aku Rapopo

    Briptu Eka Menikahi Polisi Anti-Narkotik

    Korban Sodomi Emon Bertambah Jadi 73 Anak

    Agnez Mo Tampil Seksi dengan Suami Mariah Carey
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.