Malaysia Sangkal Teroris 'MH370' Terkait Al-Qaidah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petgas bandara memindahkan papan berisi pesan-pesan harapan bagi semua yang terlibat dalam pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang di Bandara Kuala Lumpur (11/3). (AP Photo/Wong Maye-E)

    Petgas bandara memindahkan papan berisi pesan-pesan harapan bagi semua yang terlibat dalam pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang di Bandara Kuala Lumpur (11/3). (AP Photo/Wong Maye-E)

    TEMPO.CO, Kuala Lumpur - Kepolisian Diraja Malaysia pada Ahad lalu membantah laporan media Inggris yang menghubungkan sebelas teroris yang ditangkap sehari sebelumnya dengan jaringan teroris Al-Qaidah. Mereka menyebut pemberitaan yang menyatakan kesebelas teroris itu terkait dengan hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 sebagai sampah.

    "Penangkapan tidak ada hubungannya dengan pesawat yang hilang," kata Inspektur Jenderal Kepolisian Malaysia Tan Sri Khalid Abu Bakar kepada The Star.

    Sebelumnya, dilaporkan bahwa para teroris yang memiliki hubungan dengan Al-Qaidah ini ditangkap karena dicurigai terlibat dalam hilangnya MH370. Mereka menjalani interogasi pada Sabtu, 3 Mei 2014.

    Para tersangka dilaporkan telah membentuk sebuah kelompok teroris baru yang diyakini akan melakukan serangan bom di negara-negara Islam. Mereka ditangkap pekan lalu di ibu kota Malaysia, Kuala Lumpur, dan di Negara Bagian Kedah.

    Daily Mail melaporkan interogasi itu melibatkan sejumlah peneliti internasional, termasuk FBI dan MI6. Dari sebelas orang yang ditangkap--berusia sekitar 22-25 tahun--terdapat seorang janda muda, mahasiswa, dan pebisnis profesional. Mereka dicecar dengan pertanyaan intensif mengenai MH370.

    Seorang petugas dari Divisi Kontra Terorisme Malaysia menyatakan penangkapan ini dilakukan setelah kecurigaan terhadap aksi terorisme dalam hilangnya MH370 semakin meningkat. “Kemungkinan bahwa pesawat dialihkan oleh kelompok militan masih tinggi. Peneliti internasional telah meminta laporan komprehensif mengenai kelompok baru itu,” katanya.

    Penerbangan MH370 menghilang dari layar radar pada 8 Maret lalu, sekitar satu jam setelah lepas landas dari Kuala Lumpur menuju Beijing di ketinggian 35 ribu kaki. Tidak ada sinyal marabahaya yang dikirim dari pesawat itu. Sekitar dua pertiga dari 227 penumpang dan 12 awak pesawat berkewarganegaraan Cina. Hingga kini, pencarian pesawat belum membuahkan hasil.

    Dugaan pembajakan dengan gaya yang serupa dengan serangan pada 11 September 2001 sempat mengemuka terkait dengan hilangnya MH370. Spekulasi ihwal keterkaitan teroris Al-Qaidah muncul menyusul "nyanyian" seorang tersangka teroris di pengadilan New York.

    Menurut laporan Telegraph, Saajid Badat, pria kelahiran Inggris, mengatakan empat-lima orang Malaysia berencana mengambil kendali dari pesawat menggunakan bom yang disembunyikan di sepatu untuk membuka pintu kokpit. Badat mengatakan ia bertemu dengan salah satu dari mereka di Afganistan dan memberi sebuah bom sepatu yang akan digunakan untuk membajak pesawat terbang. Yang paling mengejutkan, ia menyatakan bahwa salah satu dari mereka adalah seorang pilot.

    Badat menyatakan hal itu saat bersaksi dalam persidangan terdakwa Sulaiman Abu Ghaith, menantu tertua Usamah bin Ladin. Dia mengatakan kepada pengadilan melalui rekaman video bahwa para pejihad Malaysia ini, termasuk pilot, "Siap melakukan suatu tindakan."

    AL ARABIYA | INDAH P


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.