Dua Subway Tabrakan di Korea, 200 Orang Cidera

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tabrakan dua kereta penumpang di Granges-pres-Marnand, Swiss, (29/7). Petuga penyelamat berusaha mengeluarkan masinis kereta masih berada di rauangannya. REUTERS/Denis Balibouse

    Tabrakan dua kereta penumpang di Granges-pres-Marnand, Swiss, (29/7). Petuga penyelamat berusaha mengeluarkan masinis kereta masih berada di rauangannya. REUTERS/Denis Balibouse

    Tabrakan yang sangat keras itu mengakibatkan kerusakan pada rel, jendela kedua kerata mengalami pecah, dan dua gerbong terlempar. Jaringan kereta bawah tanah Seoul adalah salah satu bandara tersibuk di dunia, menampung sekitar 5,25 juta penumpang per hari. (Baca juga: Tabrakan Kereta di Pakistan Tewaskan 200-300 Orang)

    Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi membentuk tim tanggap darurat yang dipimpin oleh Menteri Suh Seoung-hwan untuk menangani kecelakaan. "Meskipun tidak ada korban jiwa, kementerian membentuk tim karena kecelakaan ini dinilai serius," kata seorang pejabat kementerian.

    Kecelakaan itu terjadi saat kekhawatiran keamanan transportasi umum sedang disorot publik. Pemerintah telah memeriksa 4.000 fasilitas yang terkait dengan transportasi umum setelah peristiwa tenggelamnya feri Sewol yang menewaskan lebih dari 200 orang.

    ASIAONE | CHANNEL NEWS ASIA| EKO ARI 



    Berita lain:
    Buruh Perusahaan Prabowo Tagih Tunggakan 4 Bulan Gaji
    Dosa Hary Tanoesoedibjo pada Hanura
    5 Kebiasaan yang Menyebabkan Perut Buncit
    Sri Mulyani Tegur Boediono Soal Century
    NasDem: Jokowi itu Produk Lokal
    Terungkap, Moyes Kecewa Berat pada Bintang MU Ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.