Ditelantarkan Penyelundup, 9 Migran Tewas di Gurun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua orang turin menikmati menaiki seekor unta saat menghadiri Pushkar Fair di gurun Rajasthan di India, (10/11). Acara ini merupakan acara populer di India dengan memamerkan sejumlah binatang seperti Unta, Sapi dan Kuda untuk dijualbelikan. (AP Photo/Ajit Solanki)

    Dua orang turin menikmati menaiki seekor unta saat menghadiri Pushkar Fair di gurun Rajasthan di India, (10/11). Acara ini merupakan acara populer di India dengan memamerkan sejumlah binatang seperti Unta, Sapi dan Kuda untuk dijualbelikan. (AP Photo/Ajit Solanki)

    TEMPO.CO, Khartoum – Sembilan pelintas batas meninggal di tengah teriknya gurun yang berada di perbatasan Sudan dan Libya. Mereka merupakan bagian dari 300 migran yang ditinggalkan penyelundup di tengah padang gurun tersebut.

    “Mereka sedang dalam perjalanan ke Libya sebagai imigran gelap,” kata juru bicara pasukan Khartoum dari Sudan, Sawarmi Khaled, kepada AFP, Rabu, 30 April 2014, seperti dikutip Al-Jazeera.

    Khaled menambahkan, kesembilan migran tersebut berasal dari Sudan. Bersama ratusan migran dari Ethiopia, Eritrea, Pakistan, dan Bangladesh, mereka menempuh perjalanan darat menuju Libya.

    Namun nahas, di tengah perjalanan, mereka ditinggal begitu saja oleh para penyelundup. Sementara sembilan orang tewas, migran lainnya berada dalam kondisi kesehatan yang buruk.

    Adapun laman resmi Kementerian Pertahanan Sudan menyatakan jumlah korban mencapai 319 orang. Mereka telah diselamatkan oleh tentara gabungan Sudan dan Libya.

    "Sembilan dari mereka meninggal dan yang lainnya berada dalam kondisi yang buruk. Mereka mendapatkan pengobatan dan dipindahkan ke Dongola," kata pernyataan itu. Dangola merupakan sebuah kota yang berjarak sekitar 500 kilometer sebelah barat laut dari ibu kota Sudan, Khartoum.

    ANINGTIAS JATMIKA | AL-JAZEERA

    Berita Lainnya

    Begini Hukum Islam Versi Brunei 
    Pria Australia Mengaku Lihat Puing MH370 di Bali 
    Arkeolog Inggris Temukan Puing MH370 di Vietnam



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.