Pelecehan Seksual, 55 Kampus di Amerika Diperiksa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. tuoitrenews.vn

    Ilustrasi. tuoitrenews.vn

    TEMPO.CO, Washington – Lebih dari 50 perguruan tinggi di Amerika Serikat akan menghadapi penyelidikan federal terkait dengan langkah pemerintah menangani masalah pelecehan seksual yang belakangan marak dituduhkan oleh murid-murid di negara tersebut.

    Dikutip dari Associated Press, Kamis, 1 Mei 2014, untuk pertama kalinya, Departemen Pendidikan AS mengungkapkan daftar 55 perguruan tinggi yang akan menghadapi penyelidikan serius mengenai pelecehan seksual.

    Dari puluhan sekolah tersebut, beberapa di antaranya merupakan sekolah kenamaan Amerika, seperti, Ohio State University; University of California, Berkeley; dan Catholic University of America di Washington, DC. Harvard University pun akan menjalani pemeriksaan.

    Penyelidikan ini merupakan langkah yang ditempuh oleh Presiden Amerika Serikat Barack Obama untuk menyoroti masalah kekerasan seksual di lingkungan pendidikan. Kasus pelecehan dan kekerasan seksual belakangan ini memang marak terjadi di sekolah-sekolah di AS. Bahkan, pihak sekolah disebut berusaha menutup rapat masalah ini.

    Pada akhir Maret lalu, seorang mahasiswa Harvard mengajukan keluhan resmi kepada Departemen Pendidikan AS. Ia mengatakan perguruan tingginya tidak segera merespons laporan kekerasan seksual. Bahkan, beberapa korban dipaksa tinggal di bangunan yang sama dengan tersangka penyerangan.

    ANINGTIAS JATMIKA | AP

    Berita lain:
    Buruh Perusahaan Prabowo Tagih Tunggakan 4 Bulan Gaji
    Dosa Hary Tanoesoedibjo pada Hanura
    Terungkap, Moyes Kecewa Berat pada Bintang MU Ini
    Pesan Berantai Olga Syahputra Meninggal, Hoax
    Ingin Ketemu Mega, SBY Harus Jawab Lima Pertanyaan
    Rooney Tak Mau MU Dilatih Louis van Gaal


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.