700 Migran Afrika Terobos Pagar Perbatasan Spanyol  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Migran gelap berdebat dengan petugas yang memegang tongkat, karena berada di atas pagar logam antara Maroko dan daerah persemakmuran Spanyol Melilla, Spanyol (1/5). Petugas mengatakan sekitar 700 migran Afrika telah berpindah melalui pagar kawat berduri. (AP/Fernando Garcia)

    Migran gelap berdebat dengan petugas yang memegang tongkat, karena berada di atas pagar logam antara Maroko dan daerah persemakmuran Spanyol Melilla, Spanyol (1/5). Petugas mengatakan sekitar 700 migran Afrika telah berpindah melalui pagar kawat berduri. (AP/Fernando Garcia)

    TEMPO.COMelilla – Sekitar 700 orang migran ilegal yang sebagian besar berasal dari Afrika diamankan pihak berwenang Spanyol setelah mencoba melompati pagar perbatasan antara Maroko dan Melilla, Spanyol, pada Kamis, 1 Mei 2014.

    Menurut laporan Associated Press, meskipun sebagian besar migran ini sudah dihalau petugas, sekitar 140 orang berhasil memasuki wilayah Spanyol dengan melompati pagar berduri di kawasan itu. Upaya ini mengakibatkan sekitar 12 polisi mengalami luka. Lima orang migran juga terpaksa dibawa ke rumah sakit.

    Ratusan migran yang berusaha memasuki Spanyol terbagi atas dua gelombang. Rombongan pertama dengan jumlah sekitar 500 orang tiba pada Kamis dinihari. Selang empat jam kemudian, sekitar 200 orang migran lainnya menyusul. (Baca: Dalam Sehari, Italia Amankan 1.000 Imigran Gelap)

    Menjelang sore, lebih dari 150 migran masih tetap bertengger di pagar perbatasan luar. Mereka terus mencoba memaksa masuk dengan menangkis serangan polisi. Pakaian mereka dibakar sebagai senjata. Polisi menggunakan semprotan berbahan merica untuk memaksa mereka turun dari pagar berketinggian 6 meter itu.

    Melilla dan Cueta merupakan dua gerbang bagi para migran yang ingin mencari perlindungan dari konflik berkepanjangan di negara mereka. Hingga saat ini, sebuah pusat imigran sementara di Spanyol telah menampung lebih dari 1.900 migran. Spanyol dan sejumlah negara Eropa lainnya mulai kewalahan menghadapi banyaknya migran yang terus berusaha masuk wilayah mereka.

    ANINGTIAS JATMIKA | AP

    Berita lain:

    Pria Australia Mengaku Lihat Puing MH370 di Bali
    Begini Hukum Islam Versi Brunei
    Jet Suriah Gempur Sekolah, 47 Tewas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.