AS Bereaksi jika Rusia Masuki Wilayah Ukraina  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pro-Rusia memecahkan kaca saat memaksa memasuki gedung pemerintahan di Luhansk, timur Ukraina (29/4). Pro Rusia telah menguasai kantor polisi dan gedung-gedung pemerintah lainnya di setidaknya di 10 kota. REUTERS/Vasily Fedosenko

    Pro-Rusia memecahkan kaca saat memaksa memasuki gedung pemerintahan di Luhansk, timur Ukraina (29/4). Pro Rusia telah menguasai kantor polisi dan gedung-gedung pemerintah lainnya di setidaknya di 10 kota. REUTERS/Vasily Fedosenko

    TEMPO.CO, Kiev - Duta besar Amerika Serikat untuk Ukraina, Geoffrey Pyatt, mengatakan negaranya akan bereaksi jika pasukan Rusia menerobos perbatasan Ukraina. Keterangan tersebut disampaikan Pyatt dalam jumpa pers di Kiev, Selasa, 29 April 2014. "Pergerakan (militer) akan menyebabkan eskalasi besar," katanya.

    Rusia secara masif telah menempatkan ribuan pasukan di kawasan dekat perbatasan Ukraina. Penempatan ini terkait dengan dukungan Moskow terhadap perkembangan politik di wilayah timur Ukraina. Menurut perkiraan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Rusia menempatkan 40 ribu pasukan di perbatasan Ukraina. Mereka siap digerakkan sewaktu-waktu.

    Pada kesempatan itu, Pyatt menyarankan pemerintah Ukraina tidak menggunakan pasukan untuk membersihkan gedung pemerintahan yang dikuasai sekelompok orang pro-Rusia.

    Hingga saat ini, kelompok separatis Ukraina telah menguasai sejumlah balai kota, kantor kepolisian, serta beberapa gedung pemerintahan di sedikitnya sepuluh kota di bagian timur Ukraina. Aksi pendudukan itu terkait dengan tuntutan mereka agar pemerintah Ukraina menggelar referendum guna mendapatkan otoritas yang lebih luas.

    AL JAZEERA | CHOIRUL

    Terpopuler:
    Roy Suryo Terbukti Hanya Kehilangan Satu Suara
    Jagal Tangerang Baru Seminggu Putus Cinta
    Jalinan CintaTak Direstui,Jagal Tangerang Beraksi

    Jagal Tangerang Sakit Hati, Sekeluarga Dihabisi
    Adik Mantan Pacar Hentikan Amuk Jagal Tangerang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.