Satu WNI di Jeddah Meninggal Akibat MERS-CoV  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah TKI Overstayers saat beristirahat di kamar penampungan di Tarhil Shumaisi, Jeddah (4/11). Istimewa/Konjen RI Jeddah

    Sejumlah TKI Overstayers saat beristirahat di kamar penampungan di Tarhil Shumaisi, Jeddah (4/11). Istimewa/Konjen RI Jeddah

    TEMPO.CO, Jakarta - Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi M. Fachir mengabarkan warga negara Indonesia terduga mengidap virus pernapasan Timur Tengah (MERS-CoV) telah meninggal dunia di Rumah Sakit King Saud, Jeddah, Minggu, 27 April 2014, pukul 13.00 waktu setempat.

    “Nurhayati asal Madura,meninggal setelah dirawat di Rumah Sakit King Saud Jeddah,” kata Fachir dalam pesan singkatnya kepada Tempo, Senin, 28 April 2014.

    Sebelumnya, Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI Tjandra Yoga Aditama menyatakan ada seorang warga negara Indonesia yang kini sedang dirawat di Jeddah dengan dugaan menderita MERS-CoV.

    WNI tersebut berinisial NA, 61 tahun. Dia sudah lama tinggal di Arab Saudi dan bukan jemaah umrah.

    “Pasien masuk perawatan Rumah Sakit King Saud, Jeddah, sejak 20 April 2014 dengan dugaan terinfeksi virus MERS-CoV,” kata Tjandra dalam surat elektroniknya.

    Dia menyatakan telah berkomunikasi langsung dengan Dirjen Asia-Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Yuri Octavian Thamrin dan sudah dihubungi M. Fachir.

    Dari kedua komunikasi dipastikan keberadaan pasien tersebut.

    Virus MERS mulai terdeteksi pada April 2012 di Arab Saudi. Virus ini merupakan varian dari coronavirus yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan, mulai dari penyakit flu biasa sampai dengan severe acute respiratory syndrome (SARS).

    Penamaan virus ini dengan MERS-CoV muncul dalam jurnal kesehatan pada 15 Mei 2013. Berdasarkan penelitian, meski serumpun, virus MERS-CoV secara genetis berbeda dengan virus SARS yang pernah menghebohkan dunia pada 2003.

    Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hingga data per 23 April 2014, terdapat 254 kasus dengan 93 kematian. Wilayah atau negara terjangkit antara lain Yordania, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Prancis, Jerman, Italia, Inggris, Tunisia, Filipina, dan Malaysia.

    Gejala umum penyakit ini mirip dengan flu, yakni demam dan batuk disertai kesulitan bernapas. Meski sudah banyak korban tewas, belum diketahui pasti bagaimana manusia bisa terinfeksi virus ini.



    NATALIA SANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.