Seluruh Awak Feri Korea Selatan Ditahan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penyelam masih melakukan pencarian terhadap korban tenggelamnya kapal feri Sewol di di lepas pantai selatan Jindo, Korea Selatan (22/4). AP/Yonhap

    Sejumlah penyelam masih melakukan pencarian terhadap korban tenggelamnya kapal feri Sewol di di lepas pantai selatan Jindo, Korea Selatan (22/4). AP/Yonhap

    TEMPO.CO, Seoul - Jaksa penyidik mengatakan seluruh anak buah kapal feri Korea Selatan yang tenggelam, Sewol, ditahan, Rabu, 16 April 2014. Sementara itu, operasi pencarian korban yang masih hilang dihentikan karena cuaca buruk.

    Selain faktor cuaca, para penyelam yang jadi bagian tim SAR mengaku terkendala jarak pandang di dasar laut. "Jarak pandang rendah. Tak satu pun di antara kami menemukan korban," ujar salah satu penyelam.

    Kapten feri Sewol, Lee Joon-seok, beserta sepuluh awak kapal ditahan pihak berwajib dengan tuduhan melakukan kejahatan karena meninggalkan penumpang feri.

    Kapten Lee dianggap paling bertanggung jawab atas musibah tenggelamnya feri Sewol. Pada Sabtu, 26 April 2014, polisi menampilkan Lee di depan layar televisi. "Saya meminta maaf kepada seluruh rakyat Korsel akibat musibah ini, dan saya juga menyorongkan kepala kepada keluaga korban," ujar Lee.

    Kantor kejaksaan Korsel membenarkan bahwa hingga Sabtu, 26 April 2014, jumlah korban tewas mencapai 187, sedangkan 115 lainnya belum diketemukan.

    Hampir seluruh korban diyakini terperangkap di dalam feri yang mencium dasar laut pada saat melakukan pelayaran rutin menuju resor di Pulau Jeju, bagian selatan Korsel, dan membawa 476 penumpang.

    AL JAZEERA | BBC | CHOIRUL

    Berita Populer:
    Sebelum Tewas, Azwar: Saya Melakukannya Satu Kali
    Tersangka Pelecehan di JIS Korban Sodomi Buron FBI  
    Polisi: Tersangka JIS Lainnya Kesal Pada Azwar  
    Ayah-Ibu Korban JIS Silang Pendapat
    Jadwal dan Klasemen Liga Primer Inggris Malam Ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.