Badan Intelijen Inggris MI5 Cari Ahli Soal Rusia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Markas MI5. Wikimapia.org

    Markas MI5. Wikimapia.org

    TEMPO.CO, London - Badan intelijen Inggris MI5 memutuskan untuk memperkuat timnya dengan lebih banyak ahli soal Rusia di tengah krisis politik yang sedang berlangsung di Ukraina. Saat ini badan yang nama resminya adalah The Security Service itu mempekerjakan analis bidang intelijen Rusia untuk memantau panggilan telepon dan e-mail yang berhasil dicegat.

    Menurut David Leppard dari The Times, badan intelijen yang menangani urusan dalam negeri Inggris itu mengiklankan posisi itu di surat kabar minggu ini. Lowongan pekerjaan ini juga terdapat dalam situs resmi MI5, kata situs Russia Today edisi 27 April 2014.

    Pemohon yang berhasil lolos akan bertugas mendengarkan panggilan telepon dalam bahasa Rusia, menangani dokumen tertulis "yang berhasil dicegat berdasarkan surat perintah pengadilan", dan memberikan dukungan ahli untuk petugas yang melakukan penyelidikan.

    Pembicara yang fasih berbahasa Rusia akan memberikan "analisis yang jelas dengan berbagai cara" yang itu, kata MI5, akan "membantu menjaga keamanan nasional."

    "Pekerjaan Anda ini akan memungkinkan kita untuk mengetahui dengan baik potensi ancaman terhadap keamanan nasional, termasuk terorisme dan spionase," kata situs MI5 soal deskripsi pekerjaan bidang ini.

    Analis intelijen Rusia MI5 juga akan bekerja sama dengan Secret Intelligence Service (SIS or MI6) and the Government Communications Headquarters (GCHQ). MI6 adalah badan intelijen bidang luar negeri Inggris.

    Mereka yang bisa mengisi posisi ini akan mendapatkan gaji sekitar US$ 50.000 per tahun atau Rp 600 juta. Selain fasih berbahasa Rusia, kewarganegaraan Inggris juga merupakan suatu keharusan.

    Perekrutan MI5 terjadi di tengah ketegangan yang meningkat antara Barat dan Rusia atas krisis politik di Ukraina, bekas republik di bawah Uni Soviet. Meskipun kedua belah pihak sepakat tentang perlunya deeskalasi situasi di Ukraina, belum ada titik temu soal pendekatan untuk mengakhiri krisis tersebut.

    RUSSIA TODAY | ABDUL MANAN 

    Berita Lainnya
    Dituduh Teroris, Diplomat RI Diciduk Polisi Ceko  
    Obama Janji Terus Dukung Malaysia Temukan MH370
    Presiden Setujui Pengunduran Diri PM Korsel  
    Buntut MH370, Bekas PM Mahathir Boikot Naik Boeing
    India Berhasil Uji Coba Rudal Anti-Balistik


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.