Buntut MH370, Bekas PM Mahathir Boikot Naik Boeing

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mahathir Mohamad. ANTARA/Regina Safri

    Mahathir Mohamad. ANTARA/Regina Safri

    TEMPO.CO, Kuala Lumpur - Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan bahwa kecelakaan MH370 juga tanggung jawab perusahaan Boeing. Dalam tulisan di blog-nya, Mahathir juga mengaku kesal karena sejumlah pihak seperti menyudutkan dan menyalahkan pihak Malaysia Airlines sebagai yang harus bertanggung jawab.

    "Boeing yang membuat pesawat udara ini. Boeing harus menjelaskan mengapa hingga saat ini pesawat bisa jatuh dan tidak terlacak," tulisnya, seperti diberitakan oleh news.com.au, Ahad, 27 April 2014.

    Ia juga menuliskan bahwa pesawat jatuh yang membawa 239 penumpang dan awaknya itu mungkin saja disebabkan karena teknologi pesawat Boeing yang tidak bekerja dengan baik. "Saya tidak ingin terbang dengan pesawat Boeing  kecuali jika mereka bisa menjelaskan bagaimana ketika sistem mengalami kegagalan," kata dia.

    Selain itu, ia juga meminta pihak Boeing ikut bergabung dalam upaya pencarian. "Boeing harus bertanggung jawab karena membuat sebuah pesawat yang bisa dengan tiba-tiba menghilang dari udara," kata Mohamad.

    Sejak MH370 dinyatakan jatuh di Samudera Indonesia, sekitar 1.548 kilometer dari Perth, Australia, pencarian difokuskan di bawah air dengan menggunakan teknologi robot Bluefin-21. Namun, hingga 95 persen area target disisir, Bluefin belum menemukan puing atau lokasi kotak hitam milik MH370. 

    RINDU P HESTYA | NEWS.COM.AU | MALAYSIA INSIDER

    Berita Lain:
    Feri Tenggelam, Perdana Menteri Korsel Mundur
    Paus Yohanes Paulus II dan Paus Yohanes Jadi Santo
    Separatis Rusia Sandera 13 Pengamat Keamanan Eropa


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.