Tiga Polisi Thailand Tewas Terkena Bom

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah polisi Thailand, menggotong rekannya yang terluka saat bentrokan dengan pengunjuk rasa anti-pemerintah di dekat Gedung Pemerintah di Bangkok (18/2).  REUTERS/Athit Perawongmetha

    Sejumlah polisi Thailand, menggotong rekannya yang terluka saat bentrokan dengan pengunjuk rasa anti-pemerintah di dekat Gedung Pemerintah di Bangkok (18/2). REUTERS/Athit Perawongmetha

    TEMPO.CO, Bangkok – Tiga polisi tewas dalam sebuah ledakan bom yang terjadi di tengah perlombaan memancing di Distrik Sai Buri, Pattani, Thailand, pada Jumat malam, 25 April 2014. Sekitar 15 orang lainnya di sekitar mereka, termasuk lima polisi, juga terluka.

    Dilaporkan Bangkok Post, bom yang diyakini dikendalikan dengan remote itu disembunyikan di bawah bangku dan meledak saat lomba memancing ini digelar di sebuah pantai selatan kota ini. Ketiga korban diidentifikasikan sebagai Letkol Charnyuth Kaenpetch, Letkol Surasith Charoenphon, dan Letkol Apirak Saefu.

    Insiden ini terjadi hanya beberapa hari sebelum peringatan sepuluh tahun salah satu peristiwa paling berdarah di perbatasan selatan provinsi ini. Pada 28 April 2004 lalu, terjadi pembantaian besar di Distrik Muang, Pattani.

    Pembantaian dimulai ketika 32 gerilyawan berlindung di Masjid Krue Se. Setelah selama tujuh jam gagal mengeluarkan mereka, militer Thailand mulai menyerang hingga menewaskan seluruh gerilyawan tersebut. Insiden ini kemudian memicu kebangkitan pemberontakan yang telah lama tidur. Dan dalam satu dekade, sekitar 6.000 nyawa melayang akibat masalah ini.


    ANINGTIAS JATMIKA | BANGKOK POST


    Terpopuler

    Jet Tempur Rusia Gempur Perbatasan Ukraina 
    Amerika Serikat Kutuk Gempuran Rusia ke Ukraina 
    Ukraina Menuduh Rusia Kobarkan Perang Dunia III

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.