Pekan HAM Korea Utara Dibuka 28 April Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Demonstran memegang poster para pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Kim Jong Il, dan Kim Il Sung, saat protes anti-Korea Utara di Seoul, Korea Selatan (15/4).(AP/Lee Jin-man)

    Demonstran memegang poster para pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Kim Jong Il, dan Kim Il Sung, saat protes anti-Korea Utara di Seoul, Korea Selatan (15/4).(AP/Lee Jin-man)

    TEMPO.CO, Jakarta - Yayasan Citizen's Alliance of North Korean Human Rights (NKHK) akan mengadakan Pekan Hak Asasi Manusia Korea Utara di Jakarta selama lima hari dari tanggal 28 April sampai 2 Mei 2014.

    Bekerja sama dengan KontraS, Komunitas South-East di Jakarta, dan LIPI, Pekan HAM Korea Utara akan mengangkat tema “Korea Utara: Seruan Orang-orang yang Dirampas Suaranya”.

    Dalam rilis pers yang diterima Tempo, Sabtu, 26 April 2014, Pekan HAM Korea Utara yang baru pertama kali diselenggarakan di Indonesia ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang keterpurukan HAM di Korea Utara.

    NKHK berharap Indonesia sebagai pemimpin di ASEAN dapat mengambil peran penting dalam penyelesaian masalah HAM di Korea Utara. Dalam beberapa Resolusi PBB mengenai masalah HAM Korea Utara, negara-negara ASEAN sering menolak memberikan suaranya atau abstain.

    Acara akan dibuka pada 28 April pukul 6 sore di Cemara 6 Galeri, Menteng, Jakarta pusat, oleh Won Jae-chon selaku Direktur NKHK. Dalam acara ini hadir pula mantan Wakil Menteri Reunifikasi Republik Korea Kim Seok-woo dan Marzuki Darusman yang pernah menjabat sebagai Ketua Komisi HAM, Jaksa Agung, dan anggota DPR. Marzuki saat ini menjabat sebagai pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk masalah HAM di Korea Utara.

    Berbagai kegiatan akan digelar dalam rangkaian Pekan HAM Korea Utara. Di antaranya pameran lukisan oleh warga Korea Utara yang melarikan diri dari negaranya, seminar HAM Korea Utara di LIPI, pemutaran film dokumenter Crossing yang berkisah tentang kehidupan satu keluarga yang dipaksa hidup di kamp penyiksaan, testimoni warga Korea Utara, lomba esai, dan pembacaan puisi. 

    Menariknya, acara ini juga dimeriahkan dengan flash mob oleh sekitar 50 pemuda Korea Utara dan Indonesia dengan latar musik Arirang, yang merupakan lagu rakyat khas Korea.

    ANINGTIAS JATMIKA

    Berita terkait:
    Korsel Tuding Korut Kembali Uji Coba Nuklir 
    Kor-Ut Bantah Drone Jatuh di Kor-Sel Miliknya
    Pengikut Paman Kim Jong-un Dieksekusi dengan Api

     



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.