Turis AS Ditahan di Korea Utara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekpresi pemimpin korea utara Kim Jong Un, dikawal dua pasukannnya saat menyaksian latihan meluncurkan multiple-rocket dari sub unit perempuan di bawah KPA unit 851, Korea Utara (24/4). REUTERS/KCNA

    Ekpresi pemimpin korea utara Kim Jong Un, dikawal dua pasukannnya saat menyaksian latihan meluncurkan multiple-rocket dari sub unit perempuan di bawah KPA unit 851, Korea Utara (24/4). REUTERS/KCNA

    TEMPO.CO, Pyongyang – Korea Utara mengatakan telah menahan seorang turis Amerika Serikat berusia 24 tahun yang pada bulan April lalu dituduh melakukan "pelanggaran berat ketertiban hukum".

    Pernyataan ini dibuat saat Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengunjungi Korea Selatan, salah satu sekutu terdekat Washington yang teknis masih berperang dengan Pyongyang. (Baca: Kapal Patroli Korut Masuki Wilayah Korsel)

    “Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK) telah menahan Matthew Todd (24 tahun) pada 10 April lalu karena perilakunya selama tur di Korut,” tulis KCNA, kantor berita resmi Korut, seperti dikutip Reuters, Jumat, 24 April 2014.

    KCNA mengatakan Todd datang ke Korut dengan visa turis, tapi ia merobek potongan visa dan mengatakan bahwa dirinya telah “memilih Korut sebagai tempat berlindung”. (Baca: Tembakan Meriam Korut Jadi Pesan Bagi AS)

    Todd bukan satu-satunya warga AS yang ditahan di negara ini. Kenneth Bae, seorang misionaris Amerika-Korea, ditahan selama lebih dari setahun di Korea Utara. Ia dihukum 15 tahun kerja paksa atas tuduhan berusaha menggulingkan Korut. Dan pada Agustus lalu, Korut telah menolak kedatangan Robert King, utusan AS yang akan membahas kasus Bae.

    ANINGTIAS JATMIKA | REUTERS

    Terpopuler

    Gadis 19 Tahun Selipkan Pistol di Kelaminnya 
    Jet Tempur Rusia Gempur Perbatasan Ukraina 
    600 Tentara AS Tiba di Eropa Timur  



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.