Korban Feri Sewol Mencapai 185 Orang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pelayat menyeka air matanya selesai berdoa di depan altar massal sementara bagi korban tenggelamnya feri Sewol di Ansan, Korsel (23/4). (AP Photo/Korea Pool)

    Seorang pelayat menyeka air matanya selesai berdoa di depan altar massal sementara bagi korban tenggelamnya feri Sewol di Ansan, Korsel (23/4). (AP Photo/Korea Pool)

    TEMPO.CO, Incheon - Tim pencari berhasil mengevakuasi beberapa jasad lagi yang masih terperangkap di dalam kapal feri Sewol yang tenggelam sejak lebih dari sepekan yang lalu. Para pejabat telah mengkonfirmasi pada Jumat, 25 April 2015 malam, korban tewas akibat kelalaian awak kapal ini telah menyentuh angka 185, sedangkan 117 lainnya masih hilang.

    "Banyak korban yang ditemukan mengenakan jaket pelampung. Jasad banyak sekali ditemukan di kabin," kata Kapten Angkatan Laut, Kim Jin-hwang, seperti dilaporkan oleh Xinhua, Jumat, 25 April 2014.

    Dalam sepekan ini, pencarian korban feri Sewol memang dibantu oleh cuaca yang bersahabat. Sejak awal pekan kemarin, jumlah jasad yang berhasil dievakuasi terus bertambah. Sebanyak 28 jasad ditemukan pada Senin, 36 jasad pada Selasa, dan 38 jasad pada Rabu.

    Di lain pihak, para pejabat menjelaskan bahwa hingga saat ini tim penyelamat sudah menyisir 35 ruangan dari 111 kamar dalam feri Sewol. Pemerintah juga mengatakan akan terus "memobilisasi semua sumber daya yang tersedia" untuk melakukan upaya penyelamatan.

    Para kerabat korban yang tubuhnya belum ditemukan meminta agar tim penyelamat mengoptimalkan pencarian. Mereka takut arus di Perairan Jindo--sebagai yang terderas kedua di Korea--akan kembali "mengamuk" akhir pekan ini. 

    RINDU P HESTYA | XINHUA

    Berita Lain:
    Gadis 19 Tahun Selipkan Pistol di Kelaminnya
    Jet Tempur Rusia Gempur Perbatasan Ukraina
    600 Tentara AS Tiba di Eropa Timur


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.