Festival Musik Ricuh, 21 Warga Kongo Tewas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Festival musik terbesar di Amerika yaitu Coachella Valley Music & Arts Festival yang dipenuhi ribuan pengunjung dan sejumlah musisi di Empire Polo Club di Indio, California, (19/4). (Photo by Frazer Harrison/Getty Images for Coachella)

    Suasana Festival musik terbesar di Amerika yaitu Coachella Valley Music & Arts Festival yang dipenuhi ribuan pengunjung dan sejumlah musisi di Empire Polo Club di Indio, California, (19/4). (Photo by Frazer Harrison/Getty Images for Coachella)

    TEMPO.COKinshasa – Setidaknya 21 orang tewas dalam sebuah festival musik di Republik Demokratik Kongo, Jumat, 25 April 2014. Pemadaman listrik diduga menjadi pemicu kericuhan festival musik yang digelar di Kota Kikwit.

    Dikutip dari Reuters, seorang korban yang kini dirawat di rumah sakit Kikwit menuturkan bahwa pemadaman listrik telah memicu kepanikan. Orang-orang berlarian ke pintu keluar. Pada saat yang sama, penonton yang berada di luar stadion berusaha untuk masuk.

    Seorang juru bicara pemerintah provinsi mengatakan setidaknya 21 penonton meninggal dan 12 lainnya mengalami luka-luka. Pemerintah telah membentuk tim untuk menyelidiki masalah ini. (Baca: Kecelakaan Kereta di Kongo, 63 Orang Tewas)

    Konser yang digelar di sebuah stadion yang berjarak sekitar 500 kilometer dari ibu kota Kinshasa itu digelar sebagai peringatan terhadap musikus rumba papan atas di Kongo, yakni King Kester Emeneya. Musikus Afrika yang populer pada tahun 1980-an ini wafat pada bulan Februari lalu.

    ANINGTIAS JATMIKA | REUTERS

    Terpopuler

    Kata Putin, Internet Itu Proyeknya CIA
    PM Malaysia Segera Rilis Laporan MH370
    Gadis 19 Tahun Selipkan Pistol di Kelaminnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.