600 Tentara AS Tiba di Eropa Timur  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah tentara Ukraina duduk diatas kendaraan lapis baja dalam perjalanan mereka ke kota Kramatorsk (16/4). Pro-Rusia dikomandoi enam kendaraan lapis baja memasuki wilayah Kramatorsk. AP/Sergei Grits

    Sejumlah tentara Ukraina duduk diatas kendaraan lapis baja dalam perjalanan mereka ke kota Kramatorsk (16/4). Pro-Rusia dikomandoi enam kendaraan lapis baja memasuki wilayah Kramatorsk. AP/Sergei Grits

    TEMPO.COWashington – Ratusan tentara Amerika Serikat telah tiba di sejumlah negara Eropa Timur. Kedatangan mereka seolah mengirim pesan kepada Rusia untuk berhati-hati atas tindakannya terhadap Ukraina.

    Dikutip dari laman Daily Mail, Kamis, 24 April 2014, Pentagon menyatakan sebanyak 600 tentara telah tiba di sejumlah negara seperti Polandia, Estonia, Latvia, dan Lituania guna melakukan latihan militer.

    Sebanyak 150 serdadu telah ditempatkan di 173rd Airborne Brigade, sebuah pangkalan udara di Swidwin, Polandia bagian barat. Adapun 450 tentara lainnya menyebar di Estonia, Latvia, dan Lituania.

    Meski diklaim bertujuan untuk latihan militer, penempatan tentara AS di sejumlah negara ini diduga kuat sebagai pelopor intervensi di Ukraina. Memang, AS telah dengan tegas menyatakan akan membantu Ukraina mengatasi pemberontakan yang dilakukan oleh massa pro-Rusia di kawasan timur negara itu.

    Mereka terus menuntut lepas dari Ukraina setelah Crimea berhasil melakukan referendum dan bergabung dengan Rusia. Perpecahan tidak dapat dielakkan. Laporan terakhir menyebutkan lima pemberontak pro-Rusia tewas ketika bentrok dengan pasukan keamanan Ukraina yang berusaha mempertahankan wilayah Donetsk.

    ANINGTIAS JATMIKA | DAILY MAIL

    Terpopuler

    Pesawat Malaysia Airlines Bermasalah Lagi 
    Operasi Plastik di Korea, Warga Cina Sulit Pulang 
    Inggris Minta Warga Muslim Cegah Anaknya ke Suriah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.