Kata Putin, Internet Itu Proyeknya CIA  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Rusia Vladimir Putin. REUTERS/Alexander Zemlianichenko

    Presiden Rusia Vladimir Putin. REUTERS/Alexander Zemlianichenko

    TEMPO.CO, St Petersburg - Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut bahwa Internet merupakan proyek yang dijalankan Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA). Putin mengungkapkan ini dalam sebuah forum di Kota St Petersburg, Rusia, Kamis, 24 April 2014.

    "Inilah kehidupan. Begitu banyak yang dikembangkan oleh Amerika Serikat. Semua ini dimulai sejak munculnya Internet sebagai proyek khusus CIA dan ini terus berkembang," kata Putin, seperti diberitakan BBC News, Jumat, 25 April 2014.

    Dalam forum tersebut, Putin menyebut bahwa sejak awal Internet dikembangkan oleh CIA agar bisa dimonopoli dan dikendalikan dengan bebas. Putin menginginkan Rusia untuk menolak hal terebut dengan cara memperjuangkan kepentingan negaranya di dunia maya.

    Pernyataan Putin muncul setelah terkuaknya aksi mata-mata yang dibocorkan oleh Edward Snowden beberapa bulan belakangan ini. Snowden menjelaskan bahwa Amerika terlibat dalam konfrontasi informasi, khususnya di dunia maya.

    Pekan lalu parlemen Rusia mengeluarkan undang-undang yang mengharuskan situs media sosial di negara tersebut untuk menjaga server-nya. Peraturan itu juga mengharuskan mereka untuk menyimpan semua informasi tentang pengguna mereka. Tujuannya agar semua informasi tentang pengguna layanan situs media sosial di Rusia aman dari "serangan", paling tidak selama enam bulan ke depan. 

    RINDU P HESTYA | BBC NEWS | AP | TIMES

    Berita Lain:
    Jet Rusia Terobos Wilayah Udara Belanda
    Pesawat Malaysia Airlines Bermasalah Lagi
    Operasi Plastik di Korea, Warga Cina Sulit Pulang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.