Separatis Rusia Tahan Jurnalis AS di Ukraina  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pria pro-Rusia menyerang wartawan Inggris Frederick Paxton (kedua kanan) saat penyerbuan kantor polisi di Ukraina timur, Horlivka (14/4). Wartawan telah menjadi target intimidasi oleh massa selama kerusuhan. (AP/Efrem Lukatsky)

    Pria pro-Rusia menyerang wartawan Inggris Frederick Paxton (kedua kanan) saat penyerbuan kantor polisi di Ukraina timur, Horlivka (14/4). Wartawan telah menjadi target intimidasi oleh massa selama kerusuhan. (AP/Efrem Lukatsky)

    TEMPO.COSlaviansk – Seorang wartawan Amerika Serikat yang bekerja untuk Vice News dilaporkan telah ditahan separatis pro-Rusia di timur Ukraina. Menurut pernyataan separatis pro-Rusia, penahanan ini terjadi lantaran sang jurnalis dituduh memberikan informasi palsu.

    Dikutip dari Reuters, Rabu, 23 April 2014, Vyacheslav Ponomaryov, Wali Kota Slaviansk, wilayah yang dikuasai separatis pro-Rusia, menyatakan Simon Ostrovsky disebut menyebarkan informasi palsu yang bisa mengancam stabilitas Ukraina.

    Meski demikian, kata dia, Simon diperlakukan dengan baik. “Tidak ada yang salah dengan Simon. Dia bersama kami. Dia merasa baik dan tinggal di tempat yang bersih,” kata Ponomaryov. Sang wali kota juga menyebut Simon sebagai tamunya, bukan sebagai sandera.

    Simon bersama beberapa wartawan lain diculik pada Senin malam, 21 April 2014. Sementara wartawan lainnya sudah dibebaskan, Simon dilaporkan masih dalam penjagaan. (Baca: KBRI: 51 WNI di Ukraina Aman dar Kerusuhan)

    Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Jen Psaki, menyatakan keprihatinannya atas kasus yang menimpa Simon. “Kami menyerukan pembebasan segera dan meminta Rusia untuk menggunakan pengaruhnya dalam proses pembebasan ini,” kata Psaki dalam jumpa pers di Washington. (Baca: Amerika Siap Dukung Pemerintah Ukraina)

    ANINGTIAS JATMIKA | REUTERS

    Terpopuler

    Pedofil Buron FBI Eks Guru JIS Lecehkan 90 Bocah
    Cari MH370, Malaysia Ajukan Kesepakatan Baru 
    Dua Juta Liter Solar Dirampok dari Kapal Jepang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.