Berdalih, Kapten Feri Sewol Mengaku Sakit Pinggang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lee Joon-Seok, kapten feri

    Lee Joon-Seok, kapten feri "Sewol", mendapat bantuan dari petugas medis, setelah tiba di Jindo, Korea selatan, (16/4). Lee dianggap melanggar hukum maritim internasional karena tidak meminta pertolongan kepada kapal yang berada di sekitarnya. dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Incheon - Kecelakaan feri Sewol yang merenggut 150 nyawa penumpangnya diduga terjadi akibat kelalaian kru kapal. Sembilan kru sudah ditahan oleh polisi, termasuk sang kapten, Lee Joon-seok, yang seharusnya mengumumkan rencana evakuasi agar penumpang bisa menyelamatkan diri saat Sewol karam di perairan Jindo, Incheon, Korea Selatan, pekan lalu.

    Namun Joon-seok membela diri. Ia mengaku sakit pinggang ketika kapal mulai karam sehingga tak bisa memberi instruksi penyelamatan. Ia pun meninggalkan kapal lebih dulu. 

    Kebenaran perkataan Lee kemudian di tes oleh kepolisian. Mereka membawa pria 69 tahun itu ke rumah sakit Mokpo untuk dicek fisiknya, termasuk dengan sinar X pada Sabtu lalu. Namun pengakuan Lee ternyata palsu, karena tim dokter mengatakan ia tidak sakit pinggang. 

    Sementara itu, berdasarkan hasil penyidikan, tim investigasi menemukan bahwa ternyata tak satu pun dari awak Sewol yang mengetahui cara evakuasi penumpang dalam keadaan darurat.

    "Tak satu pun dari awak Sewol, termasuk kapten, yang benar-benar profesional," kata seorang penyidik, seperti dilaporkan Chosun Ilbo, Selasa, 23 April 2014.

    Para peneliti juga mengatakan tidak ada awak feri Sewol yang mengikuti pelatihan untuk penanganan kecelakaan. Padahal, menurut standar manual dari operator kapal Sewol, Chonghaejin Marine, semua awak harus berlatih selama sepuluh hari untuk penyelamatan penumpang, memadamkan api, dan cara meninggalkan kapal.

    Selain itu, awak juga harus memahami cara menangani kerusakan kapal yang disebabkan oleh tabrakan, menghantam batu, atau masalah mesin selama enam bulan.

    RINDU P. HESTYA | CHOSUN ILBO

    Berita Lain:
    Pedofil Buron FBI Pernah 10 Tahun Jadi Guru di JIS 
    Pedofil Buron FBI Eks Guru JIS Lecehkan 90 Bocah
    Cari MH370, Malaysia Ajukan Kesepakatan Baru  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.