Presiden Korea Selatan Kecam Kapten Feri Sewol

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lee Joon-seok (kedua kanan), kapten feri Sewol,  meninggalkan kapalnya yang akan tenggelam di perairan Korea Selatan (16/4). Lee termasuk orang pertama yang menyelamatkan diri. REUTERS/Korea Coast Guard/Yonhap

    Lee Joon-seok (kedua kanan), kapten feri Sewol, meninggalkan kapalnya yang akan tenggelam di perairan Korea Selatan (16/4). Lee termasuk orang pertama yang menyelamatkan diri. REUTERS/Korea Coast Guard/Yonhap

    TEMPO.CO, Seoul - Presiden Korea Selatan Park Geun-hye mengecam sikap dan perilaku kapten beserta awak feri Sewol terkait dengan kecelakaan yang menimpa 476 penumpang kapal itu. Menurut dia, sikap yang mereka peragakan sama dengan melakukan pembunuhan.

    Bersama beberapa awaknya, kapten feri Sewol dikabarkan melarikan diri saat angkutan laut yang berada dalam kendalinya itu mulai miring ke dalam laut. (Baca:Feri Tenggelam di Korsel, Korban Tewas 64 Orang)

    Diawaki 27 orang, feri Sewol tersungkur pada Rabu, 16 April 2014, saat melakukan perjalanan bersama ratusan murid sekolah yang sedang berlibur. Armada laut itu berlayar dari Icheon menuju Pulau Jeju di sebelah selatan Korsel.

    Saat ini kapten feri, Lee Joon-seok, sejak Sabtu, 19 April 2014, ditahan petugas keamanan bersama seorang nakhoda dan perwira kapal untuk dimintai pertanggungjawaban. (Baca:Pesan Siswa Korban Feri Tenggelam di Korsel)

    Menurut koresponden Al-Jazeera, Adrian Brown, yang melaporkan peristiwa tenggelamnya feri Sewol dari Pulau Jindo, di sebelah barat daya Korsel, petugas juga menahan empat awak kapal pada Senin, 21 April 2014.

    "Sikap kapten dan beberapa awak kapal tidak bisa dimengerti, tak bisa diterima, dan sama saja dengan melakukan pembunuhan," kata Presiden Park Geun-hye sebagaimana dikutip sejumlah media setelah melakukan pertemuan dengan para pembantu seniornya, Senin, 21 April 2014. (Baca:Tenggelamnya Feri Korsel, Ini Kata Sang Kapten )

    Park mengatakan, dalam keadaan bahaya seperti itu, Lee (kapten kapal) semestinya tidak menunda evakuasi penumpang dari Sewol saat feri tersebut mulai tenggelam. Namun dia bahkan malah melarikan diri.

    "Ini benar-benar tak bisa dibayangkan," ucap Park seraya menambahkan, semua pihak yang terlibat dalam bencana tenggelamnya feri Sewol, termasuk pemilik, inspektur keselamatan, hingga anak buah kapal, akan diperiksa secara mendalam. "Mereka akan diminta pertanggungjawaban atas tragedi kejahatan ini."

    Pada Kamis, 17 April 2014, Park dicaci maki ketika bertemu dengan ratusan keluarga korban penumpang feri Sewol yang hampir semuanya merupakan murid sekolah.

    Para keluarga korban mengkritik petugas dalam penanganan bencana ini. Menurut mereka, upaya pemerintah tidak maksimal dan salah fokus. Dari 476 penumpang, 64 dinyatakan meninggal sedangkan 238 lainnya hilang. (Baca:Penumpang Feri Korsel Dievakuasi 30 Menit Kemudian)

    AL-JAZEERA | CHOIRUL

    Terpopuler:
    Wali Kota Risma Arak Socrates Award Keliling Kota 
    Dukungan Pencopotan Suryadharma Meluas di Daerah
    4 Poin Deklarasi Anti-Syiah di Bandung  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.