Keluarga Korban Feri di Korsel Lempar Botol ke PM

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang penumpang kapal feri

    Seorang penumpang kapal feri "Sewol" berhasil diselamatkan oleh petugas penyelamat (16/4). Kapal tersebut tenggelam dalam perjalanannya menuju Pulau Jeju. REUTERS/West Regional Headquarters Korea Coast Guard/News1

    TEMPO.CO, Icheon - Kesedihan sedang menyelimuti keluarga korban feri Sewol tenggelam di perairan Pulau Jindo, Icheoin, Korea Selatan, Rabu, 16 April 2014. Perdana Menteri Chung Ho-won memberikan klarifikasi bahwa akan terus melakukan pencarian feri Sewol yang rencananya melakukan perjalanan wisata ke Pulau Jeju.

    Namun, saat mengunjungi tempat penampungan untuk keluarga yang menunggu informasi, tiba-tiba seorang pria berteriak marah dan melempar botol air mineral ke arah Ho-won. Refleks, beberapa pengawal pun melindungi Perdana Menteri, meski Ho-won masih kecipratan air.

    "Tidak ada operasi penyelamatan yang sedang dilakukan. Kami lihat betul bahwa tidak ada yang sedang melakukannya. Mereka hanya sedang menghentikan kebocoran oli di kapal. Saya benar-benar sangat marah," kata pria yang mengaku ayah dari seorang korban, seperti dikutup Daily Mail, Kamis, 17 April 2014.

    Menurut laporan, karena tak puas dengan pencarian yang terkesan lamban, pria itu dan sepuluh orang tua lainnya membayar perahu dengan biaya 35 pound sterling atau sekitar Rp 672 ribu untuk mencari korban yang diduga masih terperangkap di dalam feri.

    Pencarian kini terus dilakukan oleh tim penyelamat untuk menemukan 300 penumpang dari 476 orang yang dinyatakan masih hilang. Belasan perahu, helikopter, dan penyelam ikut mencari korban hingga kedalaman 30 meter.

    Namun para pejabat mengatakan kondisi air yang banyak mengandung lumpur menyulitkan proses evakuasi. Selain itu, jarak pandang pencarian ke dalam air juga sangat terbatas.

    Laporan terakhir menyebutkan tim berhasil menyelamatkan sekitar 170 orang. Sedangkan enam orang dinyatakan meninggal dan puluhan lainnya terluka. 

    RINDU P. HESTYA | DAILY MAIL



    Berita Lain:
    Pasukan AS Diminta Bertahan di Afganistan
    Iran Mulai Kurangi Program Nuklirnya
    Pulau Berhantu di Italia Bakal Dilelang




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.