Malaysia Dituntut Jawab 26 Pertanyaan Soal MH370  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua orang teknisi kapal selam mini tak berawak, Bluefin-21 mempersiapkna kapal selamnya untuk meneruskan pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang di Samudera Hindia Selatan, (15/4). REUTERS/Angkatan Pertahanan Australia

    Dua orang teknisi kapal selam mini tak berawak, Bluefin-21 mempersiapkna kapal selamnya untuk meneruskan pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang di Samudera Hindia Selatan, (15/4). REUTERS/Angkatan Pertahanan Australia

    TEMPO.CO, Kuala Lumpur - Para anggota keluarga penumpang pesawat Malaysia Airlines bernomor penerbangan MH370 berkewarganegaraan Cina terus mempertanyakan komitmen pemerintah Malaysia dan maskapai penerbangan itu. Sampai-sampai mereka membuat daftar pertanyaan yang didesak untuk dijawab oleh otoritas Malaysia. 

    Ada 26 pertanyaan yang mereka sampaikan. Pertanyaan itu berfokus pada masalah teknis, seperti peralatan pencari kotak hitam (emergency locator transmitters), dan kotak hitam itu sendiri. Seperti dilansir oleh CNN, Rabu, 16 April 2014, para keluarga penumpang MH370 mempertanyakan lebih detil tentang bagaimana alat-alat ini bekerja mencari pesawat dan seluruh penumpang serta teknologi khusus yang dimiliki pesawat MH370 yang hilang pada Sabtu, 8 Maret 2014. (Baca:Parade Kapal Perang Cina Batal Demi Korban MH370)

    "Apa yang dilakukan maskapai Malaysia Airlines ketika pesawat itu hilang?" Ini adalah satu dari tujuh pertanyaan utama yang mereka ajukan di daftar pertanyaan. Mereka juga menuntut untuk mendapatkan akses informasi, termasuk meminta Malaysia menjelaskan apa saja hak mereka sebagai keluarga penumpang untuk mengetahui insiden ini secara rinci.

    Tak hanya informasi, mereka juga menuntut bukti-bukti disampaikan kepada keluarga penumpang MH370, seperti log book pesawat dan traffic control audio. (Baca: BluefinTak Sanggup Jangkau Area Hilangnya MH370)

    Daftar pertanyaan itu juga diunggah di situs sosial media Cina, Weibo. Namun, belum ada tanggapan dari pihak Malaysia. Bahkan, para keluarga penumpang kembali mengamuk karena dijanjikan bertemu dengan para pejabat Malaysia via konferensi video, Rabu, 16 April 2014 di Beijing, Cina, tetapi dibatalkan.

    "Kami akan meminta tim ahli mereka untuk datang ke Beijing bertemu kami secara langsung dan menuntut komitmen mereka," kata Jing Hui, juru bicara pihak keluarga. Mereka terus mempertanyakan tentang ketidakjelasan nasib penumpang yang sebagian besar warga Cina. "Apa itu kebenaran? Apa masalah yang mereka hendak tutup-tutupi?" (Baca:MH370 Dibajak, Ini Penjelasan Jurnalis Afganistan)

    CNN | MALAYSIA INSIDER | MARIA RITA HASUGIAN 

    TERPOPULER:
    Pacar Baru Neymar Cantiknya Selangit
    Rudi Rubiandini Akui Terima Gratifikasi Rp 10 M
    Jokowi Muncul Lagi di Soal UN Bahasa Inggris untuk SMA


      


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.