Anggaran Militer Saudi Tertinggi di Timur Tengah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Parade militer tentara Arab Saudi, saat menggelar latihan penyelamatan terkait pelaksanaan ibadah haji di Arafah, dekat Mekah, (9/10).  AP/Amr Nabil

    Parade militer tentara Arab Saudi, saat menggelar latihan penyelamatan terkait pelaksanaan ibadah haji di Arafah, dekat Mekah, (9/10). AP/Amr Nabil

    TEMPO.CO, Riyadh - Sejumlah negara di Timur Tengah meningkatkan anggaran militernya sepanjang 2013 dengan menghabiskan dana triliunan rupiah. Menurut Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), Arab Saudi memiliki anggaran tertinggi, bahkan menduduki posisi keempat di dunia.

    SIPRI menerangkan bahwa Kerajaan Arab Saudi membelanjakan US$ 67 miliar atau sekitar Rp 766 triliun. Jumlah ini meningkat 14 persen dibandingkan dengan anggaran militer pada 2012. "Itu artinya, anggaran militer Saudi lebih tinggi bila dibandingkan dengan Inggris, Jepang, dan Prancis."

    Dalam laporannya yang dirilis ke media, Senin, 14 April 2014, SIPRI menjelaskan bahwa militer Saudi menghabiskan anggaran dua kali lipat dalam sepuluh tahun terakhir ini. Meski demikian, anggaran militer Saudi masih kalah tinggi dari Rusia (US$ 87 miliar), Cina (US$ 188 miliar), dan Amerika Serikat (US$ 640 miliar).

    Anggaran militer negara-negara di Timur Tengah secara keseluruhan naik 4 persen pada 2013, yang diperkirakan mencapai US$ 150 miliar (sekitar Rp 1.714 triliun). Bahrain meningkatkan anggarannya hingga 26 persen, sedangkan Irak 27 persen. Namun, di antara negara-negara di Timur Tengah, SIPRI tidak memiliki data anggaran militer 2013 untuk Iran, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

    AL JAZEERA | CHOIRUL

    Terpopuler
    Bayi Meninggal di Pesawat Lion Air
    Keluarga Cikeas Tolak Jadi Saksi Anas
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.