Kasus Kematian Flu Burung di Cina Meningkat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kesehatan Hong Kong memusnahkan 20.000 ayam hidup yang didatangkan dari Cina di pasa unggas (28/1). Hong Kong juga menutup pasar unggas selama 21 hari  untuk mencegah penyebaran virus flu burung H7N9.  REUTERS/Tyrone Siu

    Petugas kesehatan Hong Kong memusnahkan 20.000 ayam hidup yang didatangkan dari Cina di pasa unggas (28/1). Hong Kong juga menutup pasar unggas selama 21 hari untuk mencegah penyebaran virus flu burung H7N9. REUTERS/Tyrone Siu

    TEMPO.COBeijing – Flu burung masih marak di Cina. Dalam tiga bulan pertama tahun 2014, sudah hampir 100 orang yang tewas karenanya. Namun, menurut data pemerintah, baik jumlah korban maupun jumlah infeksi, cenderung menurun pada bulan Maret.

    Dikutip dari Channel News Asia, Jumat, 11 April 2014, Komisi Kesehatan dan Keluarga Berencana Nasional mencatat, pada bulan Maret 2014, jumlah korban tewas mencapai 24 orang.

    Jumlah korban ini turun dibandingkan dengan bulan Februari yang mencapai 41 orang dan bulan Januari yang mencapai 31 orang. Secara keseluruhan, jumlah korban tewas akibat virus H7N9 ini mencapai 96 jiwa.

    Adapun jumlah pasien terinfeksi virus ini juga menurun tajam pada bulan Maret, sekitar 24 pasien. Sebelumnya, pada bulan Februari, kasus infeksi mencapai 99 dan pada bulan Januari mencapai 127.

    Dibandingkan tahun lalu, jumlah kematian di awal tahun meningkat hampir dua kali lipat. Pada awal 2013, Cina mencatat 46 kematian dan 144 infeksi akibat virus ini.

    Peningkatan jumlah kasus tersebut memicu kekhawatiran virus telah bermutasi, sehingga bisa menular antar-manusia yang mungkin akan memicu pandemi global. Namun, para pejabat Cina dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan tidak ada bukti yang menunjukkan penularan bisa terjadi dari manusia ke manusia, meskipun kasus sporadis infeksi kerap kali terjadi antar-keluarga. Menurut mereka, penularan sporadis ini diduga terkait dengan musim dingin.

    Cina terus meningkatkan pemantauan di sejumlah pasar unggas dan mengawasi sejumlah pasien yang memiliki gejala yang berhubungan dengan virus tersebut.

    ANINGTIAS JATMIKA | CHANNEL NEWS ASIA

    Terpopuler

    Penelitian: Makanan Cepat Saji Pemicu Kemalasan 
    Kacang Polong Turunkan Kadar Kolesterol Jahat 
    Remaja Asia Jago Pecahkan Masalah 
    Regenerasi Mode Asia dalam Panggung Runway Hits


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.