Ukraina Serbu Separatis Pro-Rusia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Kiev - Ukraina melancarkan operasi anti-teroris di sebelah tenggara Kota Kharkiv dan telah menahan sekitar 70 separatis yang sebelumnya menguasai gedung pemerintahan.

    Dalam keterangan yang diunggah melalui akun media sosial Facebook, Selasa, 8 April 2014, Menteri Dalam Negeri Ukraina Arsen Avakov mengatakan operasi anti-teroris telah dilancarkan. "Pusat kota juga telah diblokir bersama stasiun metro. Namun, jangan khawatir, begitu selesai, kami akan buka kembali." (Baca: Ukraina Operasi Anti-Teroris, 70 Orang Ditangkap)

    Seperti dikutip kantor berita Interfax-Ukraina, Avakov mengatakan aparat telah menahan sejumlah orang yang diduga melakukan aktivitas ilegal terkait dengan aksi separatisme, perusakan terhadap sejumlah fasilitas yang dilakukan secara teroganisasi, perusakan kesehatan manusia, dan jenis pelanggaran hukum lainnya.

    Keterangan Avakov tersebut langsung ditanggapi Menteri Luar Negeri Rusia dengan menyatakan Kiev hendaknya menghentikan operasi penangkapan karena aksi itu dapat memicu perang saudara.

    Sebelumnya, Presiden Ukraina Oleksandr Turchynov mengungkapkan bakal ada operasi anti-teroris guna menghadapi pengunjuk rasa yang mempersenjatai diri. Menurut dia, aksi di Kharkiv, Donetsk, dan Lugansk telah menunjukkan bahwa Rusia sedang menyiapkan skenario di Crimea.

    AL JAZEERA | CHOIRUL

    Terkait:
    Rusia Peringatkan Ukraina Soal Perang Saudara
    Ukraina Operasi Anti-Teroris, 70 Orang Ditangkap


    Terpopuler:
    Sebulan Mencari MH370, Berapa Ongkosnya?
    Novel 'Doctor Zhivago' dan Propaganda CIA  
    Gedung Putih Larang Obama Selfie  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.