Perang Suriah Menelan 150 Ribu Jiwa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pemberontak Suriah menunjukkan sebuah senjata hasil buatannya untuk berperang melawan pasukan pemerintah dari posisi di Aleppo, Suriah. dailymail.co.uk

    Seorang pemberontak Suriah menunjukkan sebuah senjata hasil buatannya untuk berperang melawan pasukan pemerintah dari posisi di Aleppo, Suriah. dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, London - Perang Suriah yang berkecamuk sejak Maret 2011 telah melumat lebih kurang 150.000 jiwa. Hal tersebut disampaikan Syrian Observatory for Human rights dalam sebuah rilis, Selasa, 1 April 2014.

    Kelompok pemantau hak asasi manusia berbasis di London itu mengatakan, lembaganya telah mendokumentasikan jumlah korban tewas sebanyak 150.344 orang, 51.212 di antaranya warga sipil termasuk sekitar 7.985 anak-anak.

    Dari jumlah tersebut, Observatory mengungkapkan, berikut 37.781 anggota oposisi bersenjata yang tewas dalam kecamuk perang, termasuk jihadis, kelompok bersenjata dari Negara Islam Irak dan Mediterania Timur, dan Front Al-Nusra kelompok yang berafiliasi dengan al-Qaida.

    Menurut catatan Observatory, jumlah terbaru korban tewas dari pasukan pemerintah mencapai 58.480 orang, termasuk lebih dari 35.000 tentara reguler. Observatory menambahkan, 364 anggota gerakan Hizbulah Lebanon turut tewas dalam konflik Suriah. Adapaun 2.871 orang identitasnya tak diketahui.

    Konflik Suriah dimulai pada Maret 2011 ketika rezim Bashar al-Assad mulai melakukan tekanan terhadap gerakan unjuk rasa damai anti-pemerintah berbuntut kematian demonstran. Selanjutnya kelompok oposisi angkat senjata dan konflik begitu cepat berkembang menjadi perang saudara.

    AL ARABIYA | CHOIRUL

    Terpopuler:
    10 Fakta tentang Menara Eiffel pada Usia 125 Tahun
    Putin Tarik Pasukan Rusia dari Crimea 
    Pesawat tanpa Awak Korut Jatuh di Wilayah Korsel 
    Tsunami Cile sampai Indonesia Besok Pagi 
    Gempa Cile Picu Tsunami  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cegah Covid-19, Kenali Masker Kain, Bedah, N95, dan Respirator

    Seorang dokter spesialis paru RSUP Persahabatan membenarkan efektifitas masker untuk menangkal Covid-19. Tiap jenis masker memiliki karakter berbeda.