Pesawat tanpa Awak Korut Jatuh di Wilayah Korsel  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pengawasi perbatasan Korea Utara dan Korea Selatan, pada saat mengunjungi detasemen pertahanan di pulau Wolnae pada 11 Maret 2013. AP/KCNA via KNS

    Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pengawasi perbatasan Korea Utara dan Korea Selatan, pada saat mengunjungi detasemen pertahanan di pulau Wolnae pada 11 Maret 2013. AP/KCNA via KNS

    TEMPO.CO, Seoul - Sebuah pesawat tak berawak (drone) jatuh di Pulau Baengnyeong, Korea Selatan. Hal ini dinyatakan oleh seorang pejabat Kementerian Pertahanan Korea Selatan, Selasa, 1 April 2014. Setelah diselidiki, pesawat tanpa awak itu berasal dari Korea Utara.

    Drone tersebut diketahui jatuh di pulau itu pada Senin sekitar pukul 4 sore waktu setempat. Penemuan pesawat ini hampir bersamaan dengan aksi Korea Utara yang menembakkan ratusan peluru artileri di laut dekat jalur maritim yang disengketakan. (Baca: Gempuran Korea Utara Memaksa Penduduk Mengungsi)

    Kantor berita Yonhap yang mengutip seorang pejabat pemerintah Korea Selatan melaporkan pesawat tak berawak itu berukuran 2-3 meter, mesinnya buatan pabrikan Jepang, dan bagian suku cadangnya dari Cina. Pesawat tersebut dilengkapi sebuah kamera kecil. Pesawat ini mirip dengan pesawat serupa yang pernah ditemukan di kota perbatasan pada akhir bulan lalu.

    Militer Korea Selatan sedang memverifikasi dari mana pesawat tak berawak itu datang dan untuk tujuan apa. "Kami juga melihat lebih dalam kemungkinan pesawat ini berhubungan dengan operasi spionase Korea Utara," kata pejabat militer kepada Reuters tanpa merinci penjelasannya.(Baca: Tembakan Meriam Korut Jadi Pesan Bagi AS)

    Korea Utara menembakkan sedikitnya 500 artileri ke perairan Korea Selatan yang diklaim sebagai bagian dari latihan militer, Senin, 31 Maret 2014. Para pejabat di Seoul mengatakan latihan tersebut merupakan bagian dari provokasi Pyongyang akibat kebuntuan militer. Latihan yang dilakukan Korea Utara tersebut untuk merespons kecaman Perserikatan Bangsa Bangsa atas rencana Pyongyang  meluncurkan rudalnya. (Baca: Uji Coba Nuklir Korut Diduga Picu Gempa)


    REUTERS | ROSALINA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.