Diduga Dukung Teroris, Tiga Jurnalis Mesir Ditahan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Al-Jazeera. Chicagonow.com

    Al-Jazeera. Chicagonow.com

    TEMPO.COKairo - Hakim Pengadilan Kairo menjatuhkan hukuman penjara kepada tiga wartawan, Senin, 31 Maret 2014. Mohamed Fadel Fahmy, Peter Greste, dan Baher Mohamed dituduh bersengkongkol dengan kelompok Ikhwanul Muslimin untuk merekayasa berita.

    Di hadapan hakim, ketiganya membantah memiliki hubungan dengan kelompok itu. Bahkan, Fahmy sempat menunjukkan fotonya yang tengah meminum anggur. Padahal, minuman itu dilarang dalam Islam.

    "Bagaimana Anda bisa menuduh kami pendukung Ikhwanul Muslimin?" tanya Fahmy di hadapan hakim. "Saya merupakan orang liberal yang bertahun-tahun hidup di negara Barat. Pernahkah Anda mendengar teroris minum anggur?"

    Di hadapan hakim, Greste, berkewarganegaraan Australia, pun membela diri. Sambil menunjukkan paspornya, ia mengklaim tidak pernah datang ke negara yang notabene didiami kelompok Ikhwanul Muslimin. Bahkan, ia mengaku tidak bisa berbahasa Arab.

    "Pertama kali saya masuk ke Mesir pada Desember 2013, dua pekan kemudian saya ditangkap," ujar Greste. "Tuduhan saya pro-Ikhwanul Muslimin sungguh tak masuk akal." (Baca juga: Mesir Hukum Mati 529 Pendukung Ikhwanul Muslimin).

    Fahmy dan dua rekannya bekerja untuk kantor berita berbahasa Inggris, Al-Jazeera. Namun sebelumnya, Fahmy bekerja sebagai produser berita di CNN, asisten pelaporan di New York Times, serta menulis buku soal perang Irak dan pemberontakan Mesir. Sedangkan Greste pernah bekerja di BBC dan Baher bergabung dengan kantor berita Jepang.

    "Ini adalah pertama kali mereka diizinkan berbicara di pengadilan, setelah lebih dari seratus hari ditahan," tulis New York Times. (Sidang Wartawan Al Jazeera Ditunda).

    Pada Desember 2013, pemerintah Mesir secara resmi menyatakan bila Ikhwanul Muslimin merupakan kelompok teroris. Setiap anggotanya dituduh sebagai pelaku kriminal. Di saat bersamaan, pemerintah juga menutup hampir semua surat kabar dan televisi pro-Ikhwanul Muslimin. Hanya kantor berita berbahasa Arab, Al-Jazeera, yang masih bersimpati terhadap Ikhwanul Muslimin dan ada di Mesir. (Baca juga: Bentrok dengan Polisi, 2 Mahasiswa Al-Azhar Tewas).



    NEW YORK TIMES | THE AUSTRALIAN | CORNILA DESYANA

    Terpopuler:
    MH370 Terkuak Jika Kotak Hitam Tersambung Satelit
    Ditemukan Obyek Oranye, Paling Mengerucut ke MH370
    Putin Ingin 'Hidupkan' Kembali Uni Soviet
    Australia Buat Aturan Baru Pencarian MH370
    Dua Korea Mulai Saling Serang

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.