Pencarian MH370 Bakal Bertahun-tahun Lamanya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Keluarga penumpang pesawat Malaysia Airlines MH370 yang baru datang dari Cina membentangkan spanduk saat berbicara dengan reporter di hotel di Subang Jaya, Malaysia (30/3). Mereka bermaksud meminta jawaban dari pemerintah Malaysia. (AP Photo/Aaron Favila)

    Keluarga penumpang pesawat Malaysia Airlines MH370 yang baru datang dari Cina membentangkan spanduk saat berbicara dengan reporter di hotel di Subang Jaya, Malaysia (30/3). Mereka bermaksud meminta jawaban dari pemerintah Malaysia. (AP Photo/Aaron Favila)

    TEMPO.CO, Kuala Lumpur - Pencarian pesawat Malaysia Airlines bernomor penerbangan MH370 yang hilang selama tiga pekan diprediksi bakal memakan waktu bertahun-tahun. Hal ini diungkapkan Mark Matthews, seorang kapten Angkatan Laut Amerika Serikat, yang terlibat dalam pencarian.

    Menurut Matthews, sedikitnya informasi mengenai lokasi jatuhnya MH370 telah menghambat tim pencari untuk menemukannya. "Saat ini, daerah pencarian pada dasarnya seukuran Samudra Hindia yang membuat ketidakpastian waktu untuk mencarinya," kata dia, seperti dikutip The Malaysian Insider, Minggu, 30 Maret 2014. (Baca: Kapal Perang Bawa Detektor, Cari Kotak Hitam MH370)

    Matthews membandingkan pencarian MH370 dengan pesawat Air France bernomor penerbangan 447 yang jatuh di Samudra Atlantik pada 2009 lalu. Menurut dia, butuh waktu lebih dari dua tahun untuk menemukan Air France. Padahal, dia menambahkan, "Kami memiliki informasi posisi yang jauh lebih baik."

    Meski begitu, Matthews tetap mendorong tim pencari menggunakan segala kemampuan yang ada untuk mencari kotak hitam MH370 sebelum baterai kotak perekam itu mati. Adapun hingga kini, sepuluh kapal dan sejumlah pesawat masih terus melanjutkan upaya pencarian jejak MH370 di Samudra Hindia, tepatnya sebelah barat Perth, Australia. (Baca:MI6 Telusuri Latar Belakang Penumpang MH370)

    Sebelumnya, pada 24 Maret lalu, Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, telah memberikan pernyataan mengenai nasib MH370. Menurut Najib, berdasarkan hasil analisis Inmarsat, perusahaan Inggris yang menyediakan data satelit dari wilayah utara dan selatan bumi, dan perwakilan kantor Investigasi Kecelakaan Udara Kerajaan Inggris (AAIB), posisi terakhir MH370 adalah di tengah Samudra Hindia, sebelah barat Perth.

    PRIHANDOKO | MALAYSIAN INSIDER


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.