Miliarder Ukraina Maju sebagai Calon Presiden

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas referendum mengosongkan kotak pemungutan suara saat akan dilakukan perhitungan di sebuah Tempat Pemungutan Suara di Simferopol, Ukraina (16/3). (AP Photo/Vadim Ghirda)

    Petugas referendum mengosongkan kotak pemungutan suara saat akan dilakukan perhitungan di sebuah Tempat Pemungutan Suara di Simferopol, Ukraina (16/3). (AP Photo/Vadim Ghirda)

    TEMPO.COKiev - Petro Poroshenko, pebisnis sekaligus miliarder Ukraina, mendaftarkan diri sebagai calon presiden dalam pemilihan umum Mei 2014. Menurut situs Washington Post, Sabtu, 29 Maret 2014, Poroshenko telah menyerahkan syarat administrasi ke lembaga pemilihan umum Ukraina.

    "Nantinya, Poroshenko berhadapan dengan mantan Perdana Menteri Ukraina, Yulia Tymoshenko, yang juga telah mendaftar sebagai calon presiden," tulis Washington Post.    

    Dalam pendaftarannya, Poroshenko sempat mengaungkapkan keinginannya mempertahankan keutuhan wilayah Ukraina. Ia juga berniat mengenakan sanksi secara bertahap, sehingga tidak merugikan Rusia atau pihak lain. "Yang pasti, kedaulatan Ukraina merupakan nomor satu." (Baca juga: Putin Telepon Obama Bahas Ukraina).

    Pernyataan tak jauh berbeda juga diucapkan Tymoshenko. Mempertahankan Ukraina dari agresi dan mengembalikan keadilan kepada masyarakat merupakan janjinya. "Rakyat telah menunggu bertahun-tahun untuk menyingkirkan korupsi dan oligarki serta membangun ekonomi yang kuat," ujar Tymoshenko. (Baca juga: Mantan Kanselir Jerman Dukung Rusia Soal Ukraina).

    Memulai bisnis pada 1990 dengan menjual biji kakao, Poroshenko kini memiliki pabrik Chocolate King. Ia pun dikenal sebagai raja cokelat. Pada 2012, ia masuk ke daftar miliarder versi Forbes. Dengan kekayaan sekitar US$ 1,3 miliar, atau Rp 14,7 triliun, ia berada di posisi 1.153.

    Tymoshenko merupakan tokoh kontroversial di Ukraina. Ia sempat dijebloskan ke penjara oleh mantan Presiden Victor Yanukovych pada 2011 lalu karena dituduh menyalahgunakan wewenang dalam sebuah kesepakatan perdagangan gas dengan Rusia. (Dari Dublin, Tymoshenko Kecam Referendum di Crimea).

    Meskipun divonis tujuh tahun penjara, Tymoshenko akhirnya bebas pada Februari lalu bersamaan dengan tumbangnya Yanukovych.



    REUTERS | WASHINGTON POST | CORNILA DESYANA

    Terpopuler:
    Pukuli Anak, Pasangan Malaysia Dipenjara di Swedia
    Putin Telepon Obama Bahas Ukraina 
    Dubes Polandia Serahkan Surat Kepercayaan ke ASEAN  

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.