Kasus Bom Pipa, Muslim Amerika Dibui 16 Tahun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jose Pimentel, alias Muhammad Yusuf, di Pengadilan Kriminal Manhattan, New York, Amerika (25/11/11). Pimentel (27) dituduh merakit dan meledakkan bom di New York. (Jefferson Siegel/Getty Images)

    Jose Pimentel, alias Muhammad Yusuf, di Pengadilan Kriminal Manhattan, New York, Amerika (25/11/11). Pimentel (27) dituduh merakit dan meledakkan bom di New York. (Jefferson Siegel/Getty Images)

    TEMPO.CO, New York - Seorang muslim Amerika Serikat dijatuhi hukuman 16 tahun penjara, Selasa, 25 Maret 2014, lantaran kedapatan terlibat dalam pembuatan bom pipa.

    Muslim tersebut adalah Jose Pimentel. Menurut dokumen pengadilan, pria keturunan Dominika berusia 29 tahun itu ditahan pada 2011 setelah seorang informan polisi memergokinya membawa bahan baku bom dan membacakan petunjuk cara pembuatannya.

    Pengadilan dalam dakwaannya menuduh Pimentel sedang merencanakan menyerang kantor polisi, kantor pos, personel militer, dan kawasan di sekitar Kota New York.

    Dalam sebuah penyataannya pada Selasa, 25 Maret 2014, Jaksa Distrik Manhattan, Cyrus Vance, mengatakan, Pimentel memiliki situs pribadi yang mendorong kekerasan terhadap warga AS dan lembaga pemerintah, serta berisi petunjuk cara merakit bom.

    Menurut Vance, komponen yang berhasil disita oleh Departemen Kepolisian New York berupa langkah-langkah membuat pembuatan bom yang diterbitkan oleh majalah Al-Qaida.



    AL ARABIYA | CHOIRUL
     

    Topik terhangat:
    Kampanye 2014 | Jokowi Nyapres | Malaysia Airlines | Pemilu 2014 | Kasus Century

    Berita terpopuler lainnya:
    MH370 Turun dari Ketinggian karena Ada Lubang?
    Di Rumah Gus Dur, Jokowi Sempat Bantu Angkat Kursi 
    Puing MH370 Ada di Celah Gunung Api Bawah Laut


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.