Kerabat Korban Pilih Tunggu Bangkai MH370 Ditemukan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Krisman Siregar, ayah Firman Candra Siregar, penumpang pesawat Malaysia Airlines yang dinyatakan hilang, kemarin (8/3). Tempo/Sahat Simatupang

    Krisman Siregar, ayah Firman Candra Siregar, penumpang pesawat Malaysia Airlines yang dinyatakan hilang, kemarin (8/3). Tempo/Sahat Simatupang

    TEMPO.CO, Jakarta - Keluarga korban pesawat Malaysia Airlines MH370 asal Indonesia belum bersedia diterbangkan oleh maskapai penerbangan Negeri Jiran itu ke Australia—lokasi terdekat tempat dugaan posisi pesawat itu terakhir kali terdeteksi satelit. “Kalau sudah pasti, baru kami akan ke sana,” kata Iman Suria Tanurisman, adik Indra Suria Tanurisman, salah seorang penumpang pesawat Boeing 777-200ER, yang dinyatakan hilang pada 8 Maret 2014, di Jakarta, Selasa, 25 Maret 2014.

    Menurut Iman, keluarga masih berharap jasad Indra, 57 tahun, ditemukan. Sejak pesawat itu dinyatakan hilang, keluarga Indra juga tak ada yang berangkat ke Malaysia, seperti keluarga penumpang lain. Mereka memilih menunggu kabar di rumah melalui media dan berkomunikasi dengan pihak Malaysia Airlines.

    Ia menilai selama ini informasi simpang-siur. Bahkan, pengumuman dari Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, menurut dia, belum merupakan kepastian karena bangkai pesawat MH370 belum ditemukan.  

    Iman  mengatakan istri Indra, Santi, 48 tahun, langsung histeris setelah mendapat kabar itu dari pihak Malaysia Airlines. "Dia ditelepon langsung oleh pihak Malaysia Airlines dan KBRI." (baca: Kabar Duka Dikirim Via SMS, Keluarga Korban MH370 Histeris)

    Keluarga korban lainnya bersikap senada. Krisman Siregar, ayah penumpang asal Medan, Firman Chandra Siregar, juga akan menunggu kepastian lebih dulu sebelum berangkat ke Australia. "Kemarin (Senin), pihak pemerintah Malaysia dan manajemen Malaysia Airlines menghubungi kami mengajak ke Australia, tapi kami menolak," kata Krisman. (baca:Keluarga Siregar Tuntut Malaysia Jujur Soal MH370)

    Tak lama setelah telepon ditutup, mereka menonton pengumuman PM Najib di televisi. "Setelah tiga pekan menunggu, kami hanya mendapat kabar yang menambah panjang kesedihan. Kami tetap belum percaya dengan isi telepon dan pernyataan Perdana Menteri Malaysia itu," tutur Krisman.

    Menurut dia, sebelum pemerintah Malaysia dan manajemen Malaysia Airlines bisa membuktikan bangkai pesawat itu berada di Samudra Hindia, mereka yakin Firman masih hidup.  "Saya dan ibu Firman menganggap saat ini anak kami sedang bekerja di Schlumberger, Cina."  

    AFRILIA SURYANIS | SAHAT SIMATUPANG

    Topik terhangat:

    Kampanye 2014 | Jokowi Nyapres | Malaysia Airlines | Pemilu 2014 | Kasus Century

    Berita terkait
    Teori Goodfellow Soal Sebab Jatuhnya MH370
    Pencarian Kotak Hitam MH370 Malaysia Airlines 12 Hari Lagi
    MH370 Tak Terdeteksi Melewati Indonesia?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ekspor Benih Lobster, dari Susi Pudjiastuti hingga Edhy Prabowo

    Kronologi ekspor benih lobster dibuka kembali oleh Edhy Prabowo melalui peraturan menteri yang mencabut larangan yang dibuat Susi Pudjiastuti.