Lima Komitmen Indonesia Soal Nuklir di Den Haag  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wapres Boediono berjabat tangan dengan Mark Rutte, Perdana Menteri Kerajaan Belanda sekaligus tuan rumah KTT Keamanan Nuklir 2014, saat sesi foto World Forum KTT, di Den Haag, Belanda (25/3). (Jeri Wongiyanto/Setwapres  RI)

    Wapres Boediono berjabat tangan dengan Mark Rutte, Perdana Menteri Kerajaan Belanda sekaligus tuan rumah KTT Keamanan Nuklir 2014, saat sesi foto World Forum KTT, di Den Haag, Belanda (25/3). (Jeri Wongiyanto/Setwapres RI)

    TEMPO.CO, Den Haag- Indonesia mendapat waktu  berbicara selama 45 menit  dalam  Sidang Umum, Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Keamananan Nuklir ke-3 di Den Haag. Berlangsung dua hari,  pada 24 – 25 Maret,  Wakil Presiden Boediono  menyampaikan  lima  komitmen Indonesia terhadap keamanan nuklir nasional, regional, dan dunia pada hari terakhir Konferensi – beberapa jam sebelum penutupan KTT.

     Poin kelima komitmen Indonesia adalah legislasi nasional terhadap keamanan nuklir ((The National Legislation Implementation Kit on Nuclear Security). Poin ini mendapat respons amat  positif dalam KTT ini. Ada 29 negara yang sepakat menerima model legislasi nasional yang ditawarkan Indonesia – dan diperkenalkan sejak KTT Keamanan Nuklir ke 2 di Korea Selatan pada Maret 2012 (baca: KTT Den Haag Terima Kado Jakarta).

     Di antara penerima “Gift Basket” dari Indonesia terdapat sejumlah negara yang cukup berpengaruh. “Amerika Serikat, Inggris, dan Belanda  ada dalam daftar 29 negara tersebut,” kata Hasan Kleib, Direktur Jenderal Multilateral Kementerian Luar Negeri menjawab pertanyaan Tempo.

     Berikut adalah intissari dari lima komitmen Indonesia di KTT Nuklir Den Haag: 

     1. Akan terus menggunakan bahan bakar uranium dengan kadar  pengayaan (enrichment) rendah dalam produksi radio isotope dan dalam kerja reaktor nuklir riset milik Indonesia.

     2. Mulai memasang Radioactive Portal Monitors (RPM) di beberapa pelabuhan untuk mengontrol materi nuklir dan radioaktif. “Sejauh ini sudah terpasang di lima pelabuhan,” kata Marty.  

    3. Menerima Konvensi Internasional untuk Pengendalian Tindak-Tindak Terorisme Nuklir pada Maret 2014.

     4. Sejak 2013, pemerintah Indonesia  mulai menyiapkan Rancangan Undang-Undang untuk keamanan nuklir yang akan diajukan ke parlemen pada 2015.

      5. Legislasi nasional terhadap keamanan nuklir  yang yang modelnya berhasil  difinalisasi  dalam KTT  Den Haag.

      

    HERMIEN Y KLEDEN (Den Haag)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.