Kelompok G-7 Sepakat Isolasi Rusia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bendera Rusia dikibarkan di atas sebuah kapal AL Ukrainia yang berada di sebelah kapal Pridniprovya (kanan) di Sevastopol, Crimea (20/4).  (AP Photo/Andrew Lubimov)

    Bendera Rusia dikibarkan di atas sebuah kapal AL Ukrainia yang berada di sebelah kapal Pridniprovya (kanan) di Sevastopol, Crimea (20/4). (AP Photo/Andrew Lubimov)

    TEMPO.CO, Den Haag - Kekuatan negara-negara ekonomi yang tergabung dalam G-8 sepakat mengisolasi Rusia dari panggung internasional. Kelompok ini sepakat membatalkan pertemuan G-8 yang sedianya berlangsung di Sochi, Rusia, dan menggantinya dengan pertemuan tanpa Rusia yang disebut G-7. Penangguhan keanggotaan Rusia dalam G-8 akan dilakukan sampai ada perubahan situasi di Crimea.

    "Kelompok ini (G-7) datang karena keyakinan dan tanggung jawab bersama. Tindakan Rusia dalam beberapa pekan terakhir tidak konsisten dengan mereka," kata G-7 dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir CBS News, Senin, 24 Maret 2014. Pernyataan G-7 ini juga menunjukkan negara-negara anggota lain siap untuk mengikuti.

    Dengan pernyataan itu pula, mereka mengumumkan bahwa rencana Konferensi Tingkat Tinggi G-8 di Sochi pada Juni mendatang,akan menjadi pertemuan G-7 di Brussels, tanpa keikutsertaan Rusia. Para menteri luar negeri masing-masing negara juga telah diminta tidak menghadiri pertemuan di Moskow pada April mendatang.

    "Selama Rusia jelas-jelas melanggar hukum internasional, tidak ada kewajiban bagi G-7 untuk mengikutsertakan Rusia," kata Deputi Penasihat Keamanan Nasional untuk Gedung Putih, Ben Rhodes, kepada wartawan. (Baca: Rusia Perkuat Cengkeraman Militer di Crimea)

    Presiden Amerika Serikat Barack Obama tengah menghadiri pertemuan puncak keamanan nuklir di Belanda. Namun, di sela-sela pertemuan tersebut, para pemimpin dunia bertemu untuk merespons sikap internasional terhadap Rusia, yang secara resmi menganeksasi Crimea pekan lalu. Sebelumnya, baik Amerika Serikat maupun Uni Eropa telah menjatuhkan sanksi terhadap pejabat tinggi Rusia dan Ukraina. (Baca: Lagi, 20 Pejabat Top dan Pengusaha Rusia Dihukum)

    Dengan adanya pasukan Rusia di perbatasan timur Ukraina, krisis di Crimea tampaknya masih jauh dari kata terselesaikan. Negara-negara lain masih mencari cara terbaik untuk mencegah lebih lanjut agresi Rusia di wilayah tersebut. Semua negara yang tergabung dalam G-7 telah memberlakukan sanksi bagi Rusia. Namun skorsing keanggotaan Rusia dalam G-8 merupakan cara lain untuk mengisolasi Rusia.

    Meski banyak ahli percaya bahwa Ukraina tidak akan pernah mendapatkan kembali kendali atas Crimea, sepertinya pejabat Amerika Serikat masih menaruh harapan. "Kita melihat negara-negara di dunia secara luas menolak referendum. Kami tidak akan mengakui status aneksasi Crimea dari Ukraina," kata Rhodes.

    Namun Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengabaikan langkah isolasi dengan menyebut tindakan negara-negara itu "tidak ada masalah besar".

    Reaksi itu ia lontarkan setelah melangsungkan pertemuan terpisah dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikar John Kerry dan Menteri Luar Negeri sementara Ukraina, Andriy Deshchytsy, yang merupakan kontak tertinggi antara kedua negara sejak krisis mencuat.

    "Jika mitra-mitra Barat kami menganggap bahwa format ini (G-8) sudah lama ada, ya, biarkan seperti itu. Kami tidak berniat berpegang pada format ini dan kami tidak melihat ada masalah besar," kata Lavrov kepada para wartawan.

    CBS NEWS | CHANNEL NEWS ASIA | ROSALINA

    Terpopuler:
    Pernyataan Lengkap PM Malaysia Soal MH370
    Pengumuman MH370, Isak Tangis Pecah di Beijing
    PM Najib: MH370 Jatuh di Samudra Hindia  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.