Indonesia Deteksi MH370 di Laut Cina Selatan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anggota keluarga dari penumpang kapal Malaysia Airlines MH370 berteriak meronta ronta pada wartawan setelah menonton siaran televisi dari sebuah konferensi pers, di Hotel Lido di Beijing, Cina. Kerabat penumpang  penerbangan Malaysia Airlines bereaksi dengan histeris pada hari Senin setelah perdana menteri Malaysia mengumumkan jet berakhir perjalanannya di Samudra India selatan. REUTERS/Jason Lee

    Seorang anggota keluarga dari penumpang kapal Malaysia Airlines MH370 berteriak meronta ronta pada wartawan setelah menonton siaran televisi dari sebuah konferensi pers, di Hotel Lido di Beijing, Cina. Kerabat penumpang penerbangan Malaysia Airlines bereaksi dengan histeris pada hari Senin setelah perdana menteri Malaysia mengumumkan jet berakhir perjalanannya di Samudra India selatan. REUTERS/Jason Lee

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelaksana tugas Kepala Pusat Komunikasi Kementerian Perhubungan Bambang S. Ervan mengatakan pemerintah ikut membantu pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370. Pencarian pesawat melibatkan peralatan milik pemerintah, termasuk pesawat dan kapal TNI.

    Indonesia, kata Bambang, sempat mendapati sinyal pesawat Boeing 777-200 sesaat setelah armada tersebut kehilangan kontak. Kementerian Perhubungan menangkap sinyal pesawat tersebut tidak melalui satelit, melainkan alat navigasi penerbangan yang disebut Automated Dependent Survelent Broadcast (ADSB). (Baca:MH370 Jatuh, Seluruh Awak dan Penumpang Tewas)

    "Waktu itu belum ada kesimpulan jatuh, hanya sinyal pantau terakhir yang kami tangkap pesawat ada di Laut Cina Selatan," kata Bambang saat dihubungi, Selasa, 25 Maret 2014.

    Direktorat Navigasi Penerbangan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, ujarnya, mendapati sinyal pesawat MH730 pada pagi hari setelah malam sebelumnya kehilangan kontak.

    Meskipun pesawat tersebut melintasi area di luar wilayah Indonesia, pemerintah dapat menelusuri rekaman data ADSB yang berlokasi di Pulau Matak, Natuna.

    "Sinyal yang kami temukan hanya sekali, setelah dinyatakan kehilangan kontak," katanya. Rekaman tersebut diserahkan pemerintah kepada Malaysia untuk kepentingan pencarian investasi. (Baca: Cina Minta Malaysia Buka Semua Informasi MH370 )

    Malaysia Airlines MH370 hilang sejak 8 Maret 2014. Pesawat jurusan Kuala Lumpur-Beijing, Cina membawa 239 orang termasuk awak pesawat. Penyebab pasti raibnya pesawat ini masih belum diketahui. Banyak negara terlibat dalam pencarian pesawat ini.

    ALI HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.