Selasa, 13 November 2018

Peti Kemas dan Sabuk MH370 di Perairan Perth?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pekerja membersihkan layar elektronik yang menampilkan pesan simpati untuk keluarga penumpang pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang di Kuala Lumpur, Malaysia (22/3). (AP Photo/Lai Seng Sin)

    Seorang pekerja membersihkan layar elektronik yang menampilkan pesan simpati untuk keluarga penumpang pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang di Kuala Lumpur, Malaysia (22/3). (AP Photo/Lai Seng Sin)

    TEMPO.CO, Kuala Lumpur - Australia kembali menemukan beberapa obyek mengapung di perairan Perth, Australia, Minggu, 23 Maret 2014. Obyek itu berupa peti kemas dan beberapa sabuk dengan beragam warna yang diduga berasal dari pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang sejak Sabtu dinihari, 8 Maret 2014.

    Otoritas Keselamatan Maritim Australia (AMSA) memastikan obyek itu merupakan yang pertama kali terlihat nyata bentuknya sejak pesawat Australia, Selandia Baru, dan Amerika Serikat ikut dalam pencarian MH370 di perairan Australia pada Selasa lalu.

    "Benda itu berupa peti kemas dan sejumlah benda lainnya di sekitar peti kemas serta beberapa sabuk dengan warna beragam," kata Mike Barton, koordinator pelaksana AMSA.

    Perdana Menteri Australia Tony Abbott mengatakan masih terlalu dini untuk memastikan obyek-obyek temuan itu berasal dari pesawat MH370. "Namun jelas kami kini telah memiliki sejumlah benda yang kredibel, dan ini lebih memberikan harapan. Kami berada di jalur tepat untuk mencari tahu apa yang terjadi dengan pesawat nahas itu," kata Abbott di sela kunjungannya ke Papua Nugini. (Baca: Pilot MH370 Sempat Terima Telepon Wanita Misterius)

    Sebelumnya Australia menemukan obyek mengapung sepanjang 24 meter yang diduga bagian dari ekor pesawat MH370. Namun belum ada kepastian soal itu.

    Satelit radar Prancis juga menemukan sejumlah obyek di sekitar perairan barat daya Perth, Australia, Minggu, 23 Maret 2014. Namun belum diketahui pasti apa jenis obyek yang ditemukan tersebut.

    Temuan itu telah dilaporkan ke Kementerian Transportasi Malaysia yang mengkoordinasi pencarian pesawat MH370. Prancis akan melanjutkan pencariannya dengan mengandalkan radar echo, sejenis sinyal elektronik yang berisikan informasi tentang lokasi dan jarak obyek dengan memantulkan kembali sinyal yang diterima.

    Pada hari yang sama, satelit Cina juga menampilkan foto satu obyek besar berukuran 22,5  x 13 meter mengapung di sekitar 2.500 kilometer arah barat daya perairan Perth.   

    Atas sejumlah temuan dalam sepekan terakhir, pencarian pesawat MH370 difokuskan di perairan Australia. (Baca: 4 Negara Simpan Info Pencarian MH370).

    Tim investigasi berharap segera mengidentifikasi penyebab jatuhnya pesawat sebelum kotak hitam berhenti menyampaikan sinyal. Biasanya itu terjadi setelah 30 hari terhitung sejak pesawat mengalami kecelakaan.    

    CHANNEL NEWS ASIA | THE STRAITS TIMES | MARIA RITA HASUGIAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?