Hotel Mewah di Kabul Dibom, 8 Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah tentara Afganistan berdiri di dekat senjata dan mayat gerilyawan Taliban yang tewas saat menyerang pangkalan gabungan NATO-Afganistan di Nangarhar, Afganistan (4/1). Serangan ini diawali dengan ledakan bom bunuh diri dan serangan bersenjata, namun pasukan NATO dapat melumpuhkan gerilyawan. (AP Photo/Rahmat Gul)

    Sejumlah tentara Afganistan berdiri di dekat senjata dan mayat gerilyawan Taliban yang tewas saat menyerang pangkalan gabungan NATO-Afganistan di Nangarhar, Afganistan (4/1). Serangan ini diawali dengan ledakan bom bunuh diri dan serangan bersenjata, namun pasukan NATO dapat melumpuhkan gerilyawan. (AP Photo/Rahmat Gul)

    TEMPO.CO, Kabul - Sedikitnya delapan orang tewas, termasuk anak-anak dan warga negara asing menyusul serangan Taliban terhadap hotel mewah di Ibu Kota Afganistan, Kabul, Kamis malam waktu setempat, 20 Maret 2014.

    Serangan mematikan ini berlangsung hanya beberapa pekan menjelang pemilihan presiden Afganistan pada 5 April 2014. Menurut juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afganistan, Jumat, 21 Maret 2014, serangan itu dimulai dengan kehadiran empat pemuda bersenjata pistol yang diselipkan ke dalam kaus kaki ke Hotel Serena tanpa terdekteksi oleh petugas keamanan.

    "Hotel Serena sangat disukai oleh warga negara asing yang ada di ibu kota," ucap juru bicara, Jumat, 21 Maret 2014.

    Salah seorang korban tewas adalah warga sipil berkebangsaan asing bekas diplomat Paraguay. "Keberadaannya di Afganistan adalah untuk memantau pemilu," kata Menteri Luar Negeri Paraguay, Eladio Loizaga.

    Taliban yang bersumpah bakal mengacaukan pemilihan umum dengan cara menggelorakan kekerasan mengaku bertanggung jawab atas serangan pada Kamis malam waktu setempat, 20 Maret 2014.

    "Delapan warga sipil, terdiri dari tiga perempuan dua diantaranya warga asing, tiga pria dan dua anak-anak tewas dalam serangan teroris di Hotel Serena, Kabul, Kamis malam," kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri, Sediq Sediqqi, melalui akun Twitter.

    Sdangkan Wakil Menteri Dalam Negeri, Mohammad Ayoub, dalam keterangannya kepada media mengatakan, jumlah korban tewas mencapai sembilan orang. Terdiri dari lima warga Afganistan dan empat warga asing.

    AL ARABIYA | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.