Temuan Radar Australia Diduga Ekor MH370  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Detail dari lokasi area pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370 yang dilakukan oleh Maritim Australia di sebelah kiri bawah benua Australia (18/3). Saat ini lokasi pencarian dipersempit tinggal menjadi 300 ribu kilometer persegi hingga hanya 2.300 kilometer persegi di lepas pantai Perth.  (AP Photo/The Australian Maritime Safety Authority)

    Detail dari lokasi area pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370 yang dilakukan oleh Maritim Australia di sebelah kiri bawah benua Australia (18/3). Saat ini lokasi pencarian dipersempit tinggal menjadi 300 ribu kilometer persegi hingga hanya 2.300 kilometer persegi di lepas pantai Perth. (AP Photo/The Australian Maritime Safety Authority)

    TEMPO.CO, Kuala Lumpur - Satu dari dua obyek yang ditemukan radar Australia diduga bagian ekor Malaysia Airlines MH370, yang hilang dua pekan lalu. "Jika benda itu berasal dari pesawat, maka benda besar itu boleh jadi bagian ekornya," kata David Gallo, Kamis, 20 Maret 2014.

    David Gallo adalah Wakil Ketua Tim Pencarian Air France 447 yang jatuh di Samudra Atlantis pada 2009.  Dugaan David itu berdasarkan besarnya ukuran benda yang ditampilkan radar Australia. Tinggi ekor pesawat MH370 bermesin jet Boeing 777-200ER itu 60 kaki. (Baca: Radar Jindalee Temukan Dua Puing Diduga MH370)

    General Manajer Otoritas Tanggap Darurat Keselamatan Maritim Australia, John Young, mengatakan salah satu dari obyek yang mengapung di perairan Australia itu berukuran panjang sekitar 24 meter atau sekitar 79 kaki.  

    Dua objek itu mengapung di perairan Perth, yang diumumkan Perdana Menteri Australia Tony Abbott, Kamis, 20 Maret 2014. Obyek itu terdeteksi pada Minggu, 16 Maret lalu. Namun, informasi yang dilansir ABC menyebutkan lokasi dua obyek lebih dekat ke perairan Antartika daripada perairan Australia.

    Upaya pencarian Malaysia Airlines yang membawa 239 penumpang bersama 12 awaknya dan hilang setelah sekitar satu jam terbang dari Kuala Lumpur menuju Beijing, Cina, terus dilakukan. (Baca:Hari ke-11, Pencarian MH370 yang Terlama).

    Lembaga Keselamatan Kelautan Australia (AMSA), yang terlibat dalam percarian benda yang diduga puing MH370, Jumat pagi ini, 21 Maret 2014, melakukan pencarian kembali. Pencarian melibatkan empat pesawat militer, termasuk dua Orion RAAF, yang dikoordinasi Otoritas Maritim Australia tersebut.

    Pencarian difokuskan ke titik sekitar 2.500 kilometer di sebelah barat-daya Perth. AMSA menyatakan satu kapal dagang masih berada di daerah pencarian, satu lagi dalam perjalanan ke daerah itu dan diperkirakan tiba Jumat malam. Sebanyak enam kapal dagang telah membantu pencarian itu.

    Pada Kamis, dua pesawat Orion AP3C milik Angkatan Udara Australia dan satu Orion P-3K2 milik Angkatan Udara Selandia Baru dioperasikan. Satu lagi pesawat Hercules C-130J milik RAAF juga ikut melakukan pencarian. Areal pencarian terkendala cuaca buruk seperti awan gelap dan hujan.

    Perdana Menteri Australia Tony Abbott di hadapan parlemen menginformasikan bahwa benda tersebut "dapat dipercaya" bagian dari Malaysia Airlines MH370. Identifikasi obyek itu menggunakan citra satelit. (Baca: Radar Jindalee Temukan Benda Diduga MH370)

    NEW STRAITS TIMES | THE STARS | ANTARA | MARIA RITA HASUGIAN

    Berita Terkait

    Jindalee, Radar Sensitif Pelacak MH370
    Soal Malaysia Airlines, Ini Pendapat Panglima TNI
    Australia Temukan Obyek Diduga MH370
    Obama: Pencarian MH370 Prioritas Utama
    MH370 'Sembunyi' di Balik Pesawat Lain?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ekspor Benih Lobster, dari Susi Pudjiastuti hingga Edhy Prabowo

    Kronologi ekspor benih lobster dibuka kembali oleh Edhy Prabowo melalui peraturan menteri yang mencabut larangan yang dibuat Susi Pudjiastuti.