Soal Ukraina, Rusia dan AS Saling Ancam di PBB  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sorang pria memegang bendera Rusai  saat berada di Markas Besar Angkatan Laut, Sevastopol (18/3). Tiga bendera Rusia berada di salah satu pintu masuk ke markas angkatan laut Ukraina di pelabuhan Sevastopol Krimea. REUTERS/Vasily Fedosenko

    Sorang pria memegang bendera Rusai saat berada di Markas Besar Angkatan Laut, Sevastopol (18/3). Tiga bendera Rusia berada di salah satu pintu masuk ke markas angkatan laut Ukraina di pelabuhan Sevastopol Krimea. REUTERS/Vasily Fedosenko

    TEMPO.CO, New York - Rusia dan Amerika Serikat saling mengancam atas krisis Ukraina dalam sebuah pertemuan di Dewan Keamanan PBB. Menurut Duta Besar Rusia untuk PBB, Duta Besar AS telah melakukan penghinaan sehingga dapat membahayakan keinginan Moskow melakukan kerja sama dengan Washington untuk masalah diplomatik lainnya.

    Pertemuan kedelapan Dewan yang digelar dalam tiga pekan untuk membahas masalah Ukraina itu menunjukkan tekanan Barat guna mengisolasi Rusia terkait dengan pengiriman pasukan ke Crimea.

    Kantor berita Associated Press melaporkan, selain menggelar pertemuan, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon juga melakukan perjalanan ke Rusia dan Ukraina untuk mencari jalan keluar krisis di negeri itu.

    "Ban dijadwalkan bertemu dengan Presiden Vladimir Putin dan pejabat Rusia lainnya di Moskow, Kamis, 20 Maret 2014," kata juru bicara PBB, Stepahne Dujarric. "Sedangkan pada Jumat, 21 Maret 2014, Sekjen akan bertolak ke Ukraina guna melakukan pembicaraan dengan Presiden dan Perdana Menteri."

    Di Dewan, Duta Besar Rusia Vitaly Churkin sendirian mempertahankan sikap negaranya terhadap serangan sejumlah negara mengenai Crimea. Pada pidato sambutannya, dia memulai orasinya dengan merayakan undang-undang, yang diteken Putin sehari sebelumnya, yang menyatakan bahwa Crimea bagian dari Rusia. "Kemarin merupakan hari bersejarah," ucapnya.

    Menanggapi hal tersebut, Duta Besar AS untuk PBB, Samantha Power, mengumpamakan Rusia seperti pencuri. "Seorang pencuri dapat saja mencuri properti, tetapi dia tidak berhak atas kepemilikannya."

    AL JAZEERA | CHOIRUL

    Topik terhangat:
    Kampanye 2014 | Jokowi Nyapres | Malaysia Airlines | Pemilu 2014 | Kasus Century

    Berita terpopuler lainnya:
    Ketua KPK: Hedonis, Nurhadi Dekat dengan Korupsi
    Subsidi Membengkak, Hatta: RFID Omong Doang!
    Ini Spesifikasi Samsung Galaxy S5 di Indonesia 
    Bali, Obyek Wisata yang Paling Disukai Warga Rusia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.