Surat Curhat Putri Pilot Malaysia Airlines

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang wanita menulis pesan doa dan dukungan kepada sejumlah awak pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang, di pusat perbelanjaan di Petaling Jaya, Kuala Lumpur, Malaysia, (16/3). REUTERS/Damir Sagolj

    Seorang wanita menulis pesan doa dan dukungan kepada sejumlah awak pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang, di pusat perbelanjaan di Petaling Jaya, Kuala Lumpur, Malaysia, (16/3). REUTERS/Damir Sagolj

    Saya adalah bagian dari keluarga besar Malaysia Airlines. Saya sudah terbang bersama maskapai ini sejak masih bayi. Penerbangan pertama saya ialah menuju Kinabalu. Ayah sendiri yang menjadi pilot pesawatnya. Dia pilot favorit saya. Saya diberitahu kalau saya tidak begitu senang dan saya anak yang sulit waktu itu (tapi menyenangkan?). Namun, akhirnya saya tumbuh mencintai bandara dan penerbangan.

    Ayah, seperti kapten pesawat Malaysia Airlines yang hilang, telah bekerja lama di maskapai ini, sejak mereka lulus sekolah. Seringkali, kami membujuk ayah untuk pindah ke maskapai penerbangan lain.  Tapi dia menolak karena ingin tetap dekat dengan kami sesering mungkin. Padahal, bisa saja keluarga kami menjadi lebih makmur jika ayah menerima tawaran-tawaran itu, seperti bersekolah gratis di sekolah internasional, semua biaya hidup ditanggung, diberi sopir untuk mengantar kami. Hal-hal semacam itulah yang dicari para pilot di Malaysia Airlines.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.