Lima Tantangan Ganjal Pencapaian MDGs ASEAN  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pemberdayaan Perempuan-Perlindungan Anak, Linda Amalia Sari Gumelar  dalam  Sidang Komisi Status Perempuan (Commission on The Status of Women) ke-58 di New York, Amerika Serikat (11/3). dok.Humas KPPPA

    Menteri Pemberdayaan Perempuan-Perlindungan Anak, Linda Amalia Sari Gumelar dalam Sidang Komisi Status Perempuan (Commission on The Status of Women) ke-58 di New York, Amerika Serikat (11/3). dok.Humas KPPPA

    TEMPO.CO, New York - Lima tantangan utama masih dihadapi negara-negara Asia Tenggara untuk mencapai Target Pembangunan Milenium (MDGs). Padahal MDGs merupakan cerminan komitmen pemerintah untuk membangun perhatian masyarakat.

    "Di ASEAN, MDGs merupakan cerminan komitmen untuk membangun perhatian masyarakat,” kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amalia Sari Gumelar dalam Sidang Komisi Status Perempuan (Commission on the Status of Women) di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa, New York, Amerika Serikat, Selasa, 11 Maret 2014.

    Linda mewakili negara-negara ASEAN untuk menyampaikan perkembangan dan pencapaian target MDGs di negara- negara anggotanya.

    Dia memaparkan, kelima tantangan itu antara lain masalah kesehatan yang tidak seimbang, lantaran terdapat etnis minoritas, perempuan, anak, lansia, masyarakat di desa dan orang dengan kebutuhan khusus yang termarjinalkan.

    Selain itu ada faktor nonmedis, khususnya ketidaksetaraan gender yang berdampak pada perempuan dan masyarakat umum di desa. Kurangnya pengaurusutamaan gender, pemberantasan kemiskinan, ketahanan pertumbuhan, dan aksi siaga bencana juga menjadi masalah utama.

    “Terdapat kesenjangan dalam pencapaian target MDGs di antara negara-negara ASEAN,” kata Linda dalam siaran pers Kementerian yang diterima Tempo, Kamis, 13 Maret 2014.

    Meski ada peningkatan data statistik di ASEAN dan ketersediaan data untuk menggabungkan perspektif gender di program nasional dan regional, masih perlu dorongan yang kuat untuk mencapai target yang ditetapkan.

    ASEAN telah menyusun peta jalan untuk mendukung negara-negara anggota dalam memaksimalkan pembangunan. Antara lain, dengan mengatasi kesenjangan pembangunan, mengintegrasikan ekonomi dan sosial budaya, serta mendorong kerja sama di antara negara anggota. Lima fokus yang diprioritaskan yakni advokasi dan hubungan, pendidikan, sumber daya masyarakat, keahlian, dan kerja sama regional.

    Menurut Linda, saat ini ASEAN telah mengembangkan dan mengimplementasikan sejumlah proyek regional dan berbagai kegiatan dalam Rencana Aksi Komite Perempuan ASEAN 2011 - 2015 untuk mendorong kesetaraan gender, keadilan sosial, kesejahteraan, dan pembelaan hak perempuan.

    Negara anggota ASEAN adalah Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Vietnam, dan Thailand.

    NATALIA SANTI

    Terpopuler:
    Di Pelukan Ibu Ade Sara, Dua Wanita ini Menangis Minta Maaf
    8 Hal Membingungkan Soal Pesawat Malaysia Airlines
    Di KPK, Ruhut Ungkap Aset Anas di PT Panahatan  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.