CIA: Pilot Malaysia Airlines Mungkin Bunuh Diri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jonty Rossi berpose dengan pilot rekan dari Fariq Abdul Hamid yang mengemudikan pesawat Malaysia Airlines yang hilang. Jonty tidak berpendapat kedua pilot tersebut inkompenten dalam tugas, namun ia berharap informasinya dapat berguna bagi penyelidikan.

    Jonty Rossi berpose dengan pilot rekan dari Fariq Abdul Hamid yang mengemudikan pesawat Malaysia Airlines yang hilang. Jonty tidak berpendapat kedua pilot tersebut inkompenten dalam tugas, namun ia berharap informasinya dapat berguna bagi penyelidikan.

    TEMPO.CO, Kuala Lumpur – Enam hari sudah pesawat Malaysia Airlines MH370 hilang. Dan sudah selama itu pula belum ada petunjuk mengenai keberadaan dan penyebab menghilangnya pesawat berjenis Boeing 777-200ER tersebut.

    Berbagai spekulasi pun bermunculan, mulai aksi terorisme hingga bunuh diri yang dilakukan sang pilot. Dugaan bunuh diri disampaikan Kepala Badan Intelijen Amerika (CIA), John Brennan, saat ditanya perihal kemungkinan penyebab jatuhnya pesawat. (baca:Malaysia Airlines Diduga Jatuh di Tenggara Vietnam)

    “Saya pikir ada banyak spekulasi saat ini,” katanya, seperti dikutip laman Daily Mail, Rabu, 12 Maret 2014. Saat ini CIA turut membantu Malaysia untuk mencari segala macam kemungkinan, termasuk bunuh diri, yang menjadi penyebab hilangnya pesawat. (baca:Tragedi Malaysia Airlines, AS Akui Pernah Ingatkan Soal Boeing 777).

    Spekulasi ini muncul karena hilangnya pesawat dari radar benar-benar aneh. Menurut Brennan, pesawat bisa hilang dari radar jika pilot dengan sengaja mematikan transponder sebelum akhirnya menghilang.

    Brennan menambahkan, dugaan terorisme tidak bisa dikesampingkan begitu saja mengingat ada dua penumpang yang berhasil naik pesawat dengan dua paspor curian, meski kemudian hasil penyelidikan tidak menemukan keterkaitan antara kedua orang ini dan jaringan terorisme.

    “Mungkinkah ini hanya semacam bencana? Saya rasa kita tidak boleh mengesampingkan setiap baris penyelidikan,” katanya.

    Pesawat yang terbang dari Kuala Lumpur menuju Beijing ini dilaporkan hilang pada Sabtu, 8 Maret 2014. Sejumlah negara, termasuk Indonesia, telah menerjunkan tim untuk mencari keberadaan kapal tersebut.

    Di dalam kapal terdapat 227 penumpang dan 12 awak kapal. Di antara penumpang itu setidaknya ada 153 warga negara Cina, 38 warga Malaysia, tujuh warga Indonesia, enam warga Australia, lima warga India, empat warga Prancis, dan tiga warga Amerika.

    ANINGTIAS JATMIKA | DAILY MAIL


    Terpopuler

    Ini Kata-kata Terakhir Pilot Malaysia Airlines 
    Bodi Pesawat Malaysia Airlines Diduga Retak 
    Pesawat Malaysia Airlines Sempat Kirim Data Mesin 
    Bagaimana Pesawat Malaysia Hilang tanpa Pesan

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.